Tag: Cerpen
Simpul Tali Sepatu Fajar
Aku menghela nafas pelan. Jam dinding menunjukkan pukul satu dini hari. Suara jarumnya yang bergeser seolah terdengar lebih keras dari biasanya. Aku masih tak...
Ibu Guru Idola Saya Pensiun | Cerpen: Musyarrafah S.
Bu, sebelum hari itu tiba, saya sempat membayangkan Ibu—guru senior yang telah lebih dari tiga dekade mengabdikan diri dalam dunia pendidikan—akan mulai mengambil jarak...
Saksi Nada
Pagi ini, gitar tua yang kau beri nama Martin itu tergantung malas di dinding dan memandangmu penuh harap. Tak seperti biasanya, ketika...
Ayahku Petani
Jika ditanya apa cita-citaku. Aku akan menjawab dengan lantang, kelak aku ingin seperti ayah, menjadi petani. Seorang yang memiliki punggung legam karena terbakar panas...
Pilihan Kita?
“Sudah ku bilang dari awal, kamu ingin kuliah atau kerja!”
Percakapan yang begitu indah, ditemani sebuah kopi untuk menghangatkan tubuh, sebab malam ini terlalu dingin...
Karam sebelum Bakauheni
Kapal yang kutumpangi hampir tiba ke Pelabuhan Bakauheni. Di benakku sudah melembayung senyum Rara yang menghangatkan hati. Apalagi membayangkan melihat lesung pipinya, membuat dadaku...
Kapankah Usainya “Dunia Tidak Baik-Baik Saja” ?
Sedikit Nikmat Dicabut, Mahluk Kecil Diciptakannya Untuk Sucikan Dunia
Dulu, di Damaskus pernah Terkena wabah. Wabah berupa virus itu yang sebelum masuk ke Damaskus bertemu...
Pabrik Oksigen
Orang-orang itu berbondong-bondong menuju Bukit Putri Tidur di pinggiran kota. Semuanya membawa tabung yang ada tulisannya O2 (oksigen) di punggungnya. Tidak hanya orang dewasa....
Hati yang Terhubung Sumpah
Seperti biasa, setiap hari saya selalu menyempatkan mampir ke kedai kopi Kang Sholeh. Duduk menikmati kopi hitam dan memandangi kantor walikota. Kadang saya mampir...
Surat dari Hani
Sarah , anakku !
Ayah sudah menerima surat dari Hani dekan fakultasmu kemarin agustus 2019, setelah beberapa gurumu kemarin bertamu di rumah, Sayang sekali kau...













