Belakangan ini munculnya destinasi wisata baru berupa kampung maupun desa tematik menarik perhatian pelancong. Terlebih di wilayah Malang Raya, dimana munculnya destinasi wisata baru ini sempat menjadi perhatian khusus bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Malang. Adanya kampung wisata tematik yang dikenal sebagai Kampung Warna-Warni Jodipan menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik jika anda singgah ke Kota Malang. Kampung Warna-Warni yang terletak hampir persis di tengah-tengah Kota Malang membuat kita yang ingin pergi kesana tidak perlu lama-lama menghabiskan waktu dalam perjalanan. Bahkan jika kita naik kereta api ke Kota Malang dan turun di Stasiun Malang Kotabaru, kita hanya perlu berjalan beberapa ratus meter saja untuk sampai di Kampung Warna-Warni Jodipan.

Untuk masuk ke Kampung Warna-Warni Jodipan juga kita tidak perlu mengeluarkan biaya, alias gratis. Di dalam Kampung Warna-Warni juga kita bisa melihat bagaimana cantiknya rumah-rumah warga setempat yang sudah terlihat bagus jika kita mengambil foto dari atas jembatan. Sekilas kita akan dibawa seperti sedang berada di favela atau kampung di Rio de Janeiro, Brazil jika melihat kampung wisata ini. Saat masuk ke Kampung Warna-Warni, kita juga langsung disuguhi oleh lukisan-lukisan cantik hasil karya para pelukis yang tentunya menggoda kita untuk mengambil foto disana untuk diunggah ke sosial media kita. Kampung Warna-Warni yang terletak satu kawasan dengan Kampung Tridi menjadi destinasi menarik bagi wisatawan, terlebih tempatnya yang sangat instagramable, ditambah dengan adanya jembatan kaca yang menghubungkan dua kampung wisata ini menjadikannya semakin menarik tentunya setelah kampung wisata ini muncul dalam film nasional yang juga mengangkat budaya lokal, yaitu Yowis Ben.

Terlepas dari adanya kampung wisata yang muncul di perkotaan, juga muncul destinasi lain yang berbasis hampir sama dengan kampung wisata, tetapi di wilayah pedesaan. Adanya Desa Wisata Pujon Kidul menjadi salah satunya. Desa wisata yang baru muncul sekitar kurang dari lima tahun terakhir ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Kota Batu. Untuk datang ke sana, kita hanya perlu waktu kurang dari satu jam dengan mengendarai kendaraan, baik roda empat maupun roda dua. Meski untuk masuk ke sana kita harus melewati sebuah gang kecil, tetapi setelah sampai kita akan dimanjakan dengan udara segar khas dataran tinggi, karena memang desa wisata ini berada di Pujon, Kabupaten Malang, selain itu desa wisata yang berada di samping persawahan membuat kita seolah sedang cuci mata dengan hijaunya sawah.

Dengan adanya desa wisata turut membantu perekonomian masyarakat, terlebih dengan adanya kios-kios di dalam komplek wilayah desa wisata yang mayoritas penjualnya adalah warga lokal. Di dalam tempat wisata juga terdapat cafe sawah, yang mana disana menjual makanan, baik makanan ringan maupun makanan berat, dan juga minuman. Kebijakan dari pengelola cafe sawah yang merekrut pemuda setempat menjadi pramusaji juga turut membantu perekonomian warga setempat, yang tentunya dibuatnya desa wisata ini dananya berasal dari dana desa dari pemerintah pusat.

Munculnya desa maupun kampung wisata tentunya menjadi salah satu terobosan baru dalam adanya destinasi wisata yang anti mainstream. Terlebih dari segi keekonomisan biaya, jika wisatawan ingin berwisata namun tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, maka datang ke desa atau kampung wisata menjadi salah satu solusinya.

 

Penulis: Muhammad Alauddin Rofi’ul Firdaus

Mahasiswa Antropologi Universitas Brawijaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here