Realitas yang Dicopet Makna

0
58

Judul               : COPET SIAL

Penulis             : Fajrus Shidiq

Penerbit           : Kota Tua

Cetakan           : 1, Mei 2019

Tebal               :xvi, 110 Halaman

ISBN               : 978-602-5699-60-3

Peresensi         : Bagus Rachmad Saputra

 

 

Kehidupan manusia dengan segala polemiknya tercatat dengan rapi dalam arsip-arsip sajak tulisan Fajrus ini.  Sajak yang menceritakan balada kehidupan manusia di tengah hiruk pikuk kota dengan segala ceritanya. Dikemas dalam bahasa sederhana yang lugas, sehingga pembaca dapat mencerna dengan baik makna dari bait-bait puisi yang ditulis. Tak hanya mengemas romansa kisah cinta tapi juga mengemas kisah keseharian orang-orang yang mungkin dijumpai oleh penulis. Pembaca akan  hanyut dalam setiap cerita yang tertulis dalam kumpulan puisi “Copet Sial “ , terbawa oleh pesan-pesan sosial yang hendak disampaikan  dalam setiap puisi tersebut.

Dikemas dalam memoar tahun demi tahun dimana Fajrus merekam balada kehidupan sehari-hari yang ia jumpai sebagai seorang jurnalis dengan begitu epic. Seperti puisi yang berjudul “Puisi Seorang Jurnalis” merekam bagaimana peristiwa-peristiwa yang ditemui oleh penulis yang tak pernah diketahui oleh orang lain dari balik sebuah berita. Ini musim labah-labah janda hitam, simposium diskusi makin serat di jamia’ah, warung kopi, kolam pancing, menyantap tempe goring hangat dalam pelukan gigil, labah-labah jadi cakap angina di samping waktu, kota ini jadi macet, sebab orang berdasi Jakarta itu berduyun-duyun datang di kota yang malang, diksi-diksi kotor dari ibu kota terseret angina masuk ke kantong politisi.

Dalam sepenggal puisi tersebut menjelaskan dengan diksi sederhana bagaimana kondisi kota Malang yang sedang diterpa oleh tsunami politik beberapa tahun lalu. Selain itu terdapat puisi Copet Sial yang diambil menjadi judul buku kumpulan puisi tersebut. puisi yang merekam bagaimana kehidupan seorang pencopet yang akhirnya tertangkap polisi dan mengalami nasib sial. Sedang dalam kisah asmara yang mungkin juga dirasakan langsung oleh penulis direkam dalam puisi “Mantan” yang dibagi dalam beberapa epilog. Mengisahkan sebuah kenangan yang rapi dan berurutan dalam setiap kisah asmara yang tercatat dalam puisi tersebut. bahkan terdapat beberapa nama wanita yang seolah membawa pembaca puisi tersebut untuk hanyut dalam rasa yang terdapat dalam makna puisi mantan.

Bukan sekedar balada pencopet dan kisah kenangan yang dialami penulis. Beberapa puisi juga membawa pembaca untuk menyelami sudut-sudut kota Malang yang ada pada puisi berjudul memoar. Ada beberapa tempat yang menjadi destinasi wisata saat ke malang seperti alun-alun Batu dan Alun-Alun Malang yang memiliki makna dalam dan memiliki cerita tersendiri yang dikemas dalam sajak-sajak puisi itu. Jaf sapaan akrab Fajrus mencoba menyampaikan makna dari setiap peristiwa yang ia temui menjadi sebuah cerita dengan bahasa yang sederhana. Bahasa yang mudah dimengerti oleh setiap pembaca kumpulan pusi Copet Sial.

Gaya bahasanya pun mirip dengan puisi sastrawan macam Chairil Anwar, Rendra, Sapardi, maupun sastrawan yang hadir di era milenial macam Aan Mansyur. Yang menulis puisi dengan bahasa-bahasa sehari-hari yang sederhana. Tidak terpaku pada rima dan tidak penggunakan bahasa-bahasa majas yang berat yang sulit dipahami oleh pembaca. Didalam beberapa puisi pun, Jaf juga mencoba mengangkat dialek percakapan Madura sebagai suatu budaya yang mempengaruhi hidupnya. Seperti dalam puisi yang berjudul Sketsa Rantau Tahun Lalu, sepenggal larik kata “pak emak alek ben emba lakek binek, mandher kacopokah ka suksesah sengkok, gluk-lagghuk”. Seolah menceritakan bagaimana kehidupan seorang perantau yang sedang jauh dari rumah dengan menggunakan bahasa daerah, yang menunjukkan sisi emosional yang dialami oleh penulis saat menulis puisi itu.

Begitulah cara Jaf untuk mengajak pembaca memotret dinamika sebuah balada kehidupan dengan bahasa-bahasa sederhana. Sehingga menarik untuk mereka yang mulai mengenal puisi dan ingin belajar menulis puisi sendiri. Dalam sinopsis kumpulan puisi Copet Sial, Kunni Masrohanti Ketua Penyair Perempuan Indonesia mengutarakan pendapatnya setelah membaca Copet Sial. Bahwa Romantisme kisah manis kehidupan seorang manusia dan kehidupan sosial orang lain menjadi larik-larik indah dalam catatan perjalanan yang diabadikan dalam goresan. Kenikmatan inilah yang hendak dibawa oleh  Copet Sial kepada setiap pembaca nya untuk hanyut dalam sebuah kenangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here