Segala hal yang terjadi tak lepas dari campur tangan Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebab itu pulalah hikmah selalu diselipkan didalamya, seperti yang saat ini kita alami bersama. Kehadiran virus corona sepatutnya menjadi refleksi besar bagi setiap manuia saat ini. Keberadaannya yang telah mendunia membuat hampir seluruh makhluk di bumi ini merasakan dampaknya baik manusia maupun makhluk hidup lainnya.
Kita sebagai manusia yang telah di anugerahi akal dan pikiran harus mampu mempergunakannya sebaik-baiknya, khususnya di masa sulit ini. Melihat segala kejadian dari berbagai sudut pandang adalah salah satunya. Kita tak bisa hanya menyalahkan keadaan ini atau menyalahkan negara asal munculnya lalu memprotes letak keadilan Tuhan.
Berbagai dampak negatif memang telah terpampamg dan kita saksikan sehari-hari bahkan kitapun merasakannya, mengeluh tak pelak menjadi teman karena berbagai pembatasan yang harus kita dapatkan demi terselesaikannya kasus ini. Namun kita tak dapat menjadikan itu menutup mata kita dari rasa syukur dan karunia lain karena hadirnya pandemi ini.
Berbagai manfaat justru hadir tanpa kita sadari, menemai kita melewati ini semua. Jika kita bayangkan bagaimana kebiasaan kita sebelum virus ini menyebar, kita sangat tidak memperdulikan kesehatan, juga tentang kepedulian kita pada sekitar yang masih sangat kurang. Hal ini benar-benar dirubah sejak kehadiran vurus ini.
Patutnya hal itulah yang membuat kita semakin bersyukur, ketika kita yang biasanya mengabaikan olahraga, berjemur, makan-makanan sehat saat ini hal itu justru menajdi prioritas kita. Ketika kita sibuk buru-buru ke kantor, sekolah ataupun tempat kerja lainnya tanpa sarapan, saat ini kita punya waktu lebih banyak bahkan untuk membuat makanan sendiri untuk sarapan, dan tidak perlu terburu-buru karena kita harus belajar dan bekerja di rumah.
Ketika kita menjadikan rumah hanya sebagai tempat istirahat ketika pulang dari belajar atau bekerja kini kita bisa berlama-lama menikmati setiap sudut yang kita bangun dengan mimpi dan kerja keras. Ketika kita begitu sibuk dengan pekerjaan lalu melupakan tugas sebagai orang tua untuk mendengar dan menemani anak belajar, kini kita diberi kesempatan untuk melakukan tanggung jawab itu dan menikmati setiap detik berharga bersama si kecil. Ketika kita yang biasanya tak ada waktu untuk sekadar berbincang dengan keluarga, kini kita bisa ber jam-jam bahkan lebih bercerita banyak hal dengan mereka sampai hal paling sepele pun.
Ketika kita sering tak bersyukur dengan pekerjaan kita juga gaji yang kita peroleh, kini kita lebih menghargai setiap rupiah yang hadir karena telah membuat kita mampu tetap di rumah tanpa mentaruhkan nyawa untuk berjuang kerja di luar. Kita yang biasa sering lupa dengan keadaan mereka yang lebih susah pekerjaannya, lebih berat hidupnya dengan sering mengeluh dengan masalah kita, kini semakin sadar bahwa banyak yang lebih tak beriuntung dan harus memutar otak lebih untuk bisa makan setiap hari.
Kita yang sering mengeluh lelah dengan pekerjaan kita, kini semakin bangga dengan pekerjaan kita melihat sementara banyak orang yang harus kehilangan pekerjaannya. Kita yang sering lupa berbagi meski seribu rupiah, kini semakin peduli dengan fakta nyata betapa banyaknya orang diluar sana yang kehilangan pendapatannya dengan berupaya berdonasi pada banyak komunitas maupun organisasi yang menggalang dana.
Kita yang sering malas wudhu, kini semakin berusaha menjaga wudhu karna nyatanya itulah saat ini yang mampu menjaga kebersihan kita sebagai upaya menghindari pandemi ini. Kita yang sering lupa pada Tuhan, kini semakin banyak memohon dimudahkan dan lebih mendekat padaNya. Kita yang terbiasa dan sengaja tidak datang ke tempat ibadah dengan berbagai alasan dunia yang seharusnya tak ada bandingannya sama sekali dengan ibadah, kini mulai menyadari betapa tempat ibadah begitu banyak memberikan ketenangan dan menyakitkan ketika tempat mulia itu harus ditutup. Kita lebih mau meluangkan waktu datang menuju Tuhan dengan segala harap dan ingin untuk kita, Indonesia juga dunia.
Banyak pelajaran yang selalu bisa kita ambil dari setiap kejadian yang hadir disetiap adegan hidup kita bahkan setiap menit, jika kita mau melihatnya dari sisi terbaiknya. Karena tak ada sesuatu yang buruk terjadi kecuali ia hadir untuk mengingatkan kita padaNya. Dan tak ada satupun sesuatu yang baik hadir tanpa kuasaNya untuk membahagiakan kita sebagai hamba. Yang itu seharusnya membuat kita semakin mencintaiNya.
Karna baik atau buruknya sesuatu hal terletak pada ukuran sudut pandang kita, jika hati kita baik maka apapun yang datang akan nampak baik, dikutip dari pelajaran atau apapun yang bisa diambil. Sedangkan sebaik apapun sesuatu hadir jika kita tak memiliki hati yang baik maka tak pernah ada kebaikan yang bisa kita peroleh darinya.
Terimakasih Corona kau telah hadir menyadarkan kita tentang kebersihan, kesehatan, juga kepedulian di tengah-tengah yang semakin krisis hal tersebut. Kau sudah banyak memberikan juga menunjukkan bagaimana hakikat manusia yang sebenarnya, kau sudah cukup lama menyapa kami. Terimakasih, tugasmu sudah selesai. Kita sudah lebih baik, kau boleh pergi.






