Dikutip dari pernyataan Rockström bahwa jika spesies punah, ekosistem yang bergantung pada aneka ragam spesies itu pun mulai mengalami degradasi. Salah satu dampak ekosistem yang terdegradasi itu adalah peningkatan penyebaran penyakit menular. Sedangkan dalam buku karya Hawken et al “Natural Capitalism”, penyebab berkurangnya ekosistem di dunia adalah proses industrialisasi.

Industri adalah presentase terbesar dalam pengurangan ekosistem, sebab patokan kemajuan sebuah negara tidak lain ialah angka GNP, GDP dst. Untuk mengejar kuantitas angka GNP suatu negara, biasanya mereka mengeksploitasi alam guna menjadikannya sebuah proes kapital yang berjalan. Akibatnya, kenaikan GNP secara berkala namun tidak diimbangi dengan kerusakan lingkungan dan ekosistem.

Berdasarkan kompas.com bahwa Pada tahun 1990, jumlah karbon yang diserap oleh hutan tropis mencapai 46 miliar ton, atau sama dengan 17 persen jumlah karbondioksida yang dihasilkan oleh manusia. Sementara itu, dalam satu dekade terakhir, jumlah karbon yang diserap menurun drastis menjadi hanya 25 miliar ton. Jumlah tersebut hanya 6 persen dari jumlah emisi global.

Berkurangnya jumlah karbon, bisa dikarenakan deforestasi. Jika hal ini terus dilakukan, diprediksi pada tahun 2060 hampir sebagian besar makhluk hidup akan kehilangan ekosistemnya. Sehingga peralihan induvidu dalam setiap ekosistem tak dapat terkendali. Salah satunya adalah munculnya pandemik baru di tubuh manusia.

Covid-19 merupakan bentuk kegagalan dalam proses industrialisasi saat ini. Di kutip pada diskusi kuliah online mata kuliah Etika Lingkungan bahwa “virus yang berasal dari kelelawar dan trenggiling ini bisa menular ke manusia karena perambahan lahan-lahan hijau dan pemanasan global. Akibatnya binatang-binatang kehilangan rumahnya dan menjadi makin dekat pada manusia.

Maka virus kelelawar dan trenggiling itu bermutasi, karena virus-virus itu harus bertahan hidup. Mutasi virus-virus itu kemudian menemukan tubuh manusia sebagai inang/rumah baru mereka. tubuh manusia bisa jadi inang/rumah baru virus-virus corona itu, karena pemanasan global juga memperlemah daya tahan tubuh manusia terhadap berbagai penyakit”.

Secara tidak langsung, kapital memiliki sumbangsih terbesar dalam proses “menghilangkan” sebagian ekosistem dalam pandemik ini.

Krisis sosial – ekologi yang terjadi melalui etika antroposentrisme – dimana manusia sebagai makhluk utama alam semesta serta alam semesta dan isinya dipersembahkan pada dan menjadi sarana manusia. Dasar lainnya ialah rasionalisme modern yang menganggap manusia sebagai satu-satunya makhluk bermoral.

Pada era krisis sosial – ekologi covid-19, manusia memiliki peran yang penting. Bisa jadi, dalam proses pandemik ini, manusia akan memberikan celah bernafas untuk alam atau akan memulai ekspansi yang lebih besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here