Ach Dhofir Zuhry
13 POSTS
0 COMMENTS
Bechi ketitik ala ketara adalah plesetan dari ajaran klasik Jawa: Becik Ketitik Ala Katara yang maknanya lebih-kurang adalah segara bentuk kebaikan kelak akan menemukan jalannya dan tercium wanginya. Pun juga kejahatan, sepandai-pandai menutup bangkai akan tercium juga. Sepandai-pandai tupai melomoat akhirnya jalan kaki juga dan meringkuk di tahanan pula.
Kasus ini ngeri-ngeri tak sedap, berdasarkan data kasus kekerasan seksual di...
Saya berhutang budi kepada sepupu jauh saya, Immanuel Kant, sekurang-kurangnya karena dua hal. Pertama, sebilah tanya mengenai apa yang membuat manusia manjadi baik? Dengan demikian, Kant menolak model-model etika yang digagas para bijak bestari dan pemikir terdahulu yang lebih terkonsentrasi pada ajaran bagaimana manusia menjalani hidup agar ia bahagia. Kedua, kehendak baik. Kant menjangkarkan ajarannya perihal etika bahwa hanya...
Setelah revolusi industri memaklumatkan "dunia satu dimensi" ala Marcuse melalui mesin, listrik, komputer dan belakangan internet, praktis dunia tiruan dan hiperealitas ala Baudrillard terus melakukan rekonstruksi, meniru, bahkan meniru dalam tiruan, membentuk dunia imajiner yang sungguh-sungguh kita anggap nyata, mulai dari fesyen, kuliner, hiburan dan bahkan politik. Secara gampang, kita menganggap dunia maya (hiperealitas) itu benar-benar nyata (real).
Milenial, generasi...
Suatu hari Nabi Musa bertanya kepada Tuhan apakah Dia pernah tidur. Tuhan lantas meminta kekasihNya tersebut untuk membawa dua ember air dengan sebatang pikulan. "Berhenti, berdiri di situ, Musa!", pinta Tuhan.
Sekian lama sekian waktu, Nabi Musa mulai kelelahan dan mengantuk. Begitu sang pemilik Ten of Commandment memasuki pintu tidurnya, ember-ember berisi air penuh itu seketika tumpah membasahi sekeliling. Tuhan...
Apakah gawai Anda sudah dijejal-sesaki dengan berjibun disinformasi berita dan bertera-tera bit hoaks terkait coronavirus disease 2019 (covid-19) selama isolasi di rumah? Jika jawaban Anda ya, sudah saatnya "sosial media distancing" diterapkan bagi 175 juta lebih pengguna internet di Negeri ini. Jaga jarak dengan medsos, TV, dan grup-grup WA yang tak henti meneror kita dengan covid-19!
Bencana alam, ujian hidup,...
Kasih mengobati dua pihak sekaligus, yang memberikan dan yang menerima. Mengasihi, dengan demikian, memandang dan lantas menghayati diri kita sendiri dalam diri orang lain. Mengasihi, dengan sendirinya, memuliakan orang lain sebagaimana mengagungkan ego kita sendiri. Adakah orang yang demikian? Tentu saja.
Seorang ibu, mari kita pandang dan hadirkan wajah ibu kita, bahkan lebih menyinta-kasihi anaknya katimbang dirinya sendiri. Ibu rela...
Dalam hemat saya (yang tidak terlalu hemat), memutuskan untuk menikah jauh lebih berat daripada pernikahan itu sendiri. Memutuskan untuk menulis tentu lebih sulit daripada kegiatan menulis itu sendiri. Memutuskan diri untuk bekerja pasti lebih pelik daripada pekerjaan itu sendiri. Mengapa? Karena keputusan erat kaitannya dengan komitmen, tanggung jawab dan integritas.
Saat seseorang mengambil keputusan, ia sejatinya sedang berenang dan menyelam...
Hidup tanpa masalah barangkali harapan setiap orang, mustahil, tapi manusia (khususnya generasi milenial) memang tidak mau ribet mikir dan menyiksa diri untuk berproses secara wajar. Internet dan medsos kerap menjadi pelarian paling digemari bagi mereka yang galau 27 karat, defisit otak dan defisit wajah, kenapa? Gawai bisa mengatasi itu semua, asal tidak defisit paket data.
Belakangan, krisis konsentrasi sama mengerikannya...
Anda tahu spasi, bukan? Mengapa spasi itu penting? Sebab ia turut memberi makna pada kalimat, begitu pula pada hidup, matahari, pada pelangi, teks, agama, filsafat, internet dan bahkan cinta. Tulisan dan spasi seolah bekerja sama untuk mengantarkan kita pada makna. Tanpa makna, apalah artinya dunia dan segala?
Karena teramat dekat, Sampai-sampai Tuhan tak terlihat. Di sinilah keajaiban jarak. Inilah mukjizat...
Hubungan paling penting dalam hidup ini adalah hubungan dengan diri sendiri. Anda boleh saja berhubungan sedemikian erat dengan manusia, flora dan fauna, satwa dan tetumbuhan, bahkan Tuhan. Akan tetapi, hubungan itu tidak akan berjalin-jemalin sebelum Anda memperbaiki hubungan dengan diri Anda sendiri. Jika demikian, bukan tugas orang lain untuk menyinta dan menghormati Anda, tapi tugas Anda sendiri.
Memercayai diri sendiri...












