Kasih mengobati dua pihak sekaligus, yang memberikan dan yang menerima. Mengasihi, dengan demikian, memandang dan lantas menghayati diri kita sendiri dalam diri orang lain. Mengasihi, dengan sendirinya, memuliakan orang lain sebagaimana mengagungkan ego kita sendiri. Adakah orang yang demikian? Tentu saja.
Seorang ibu, mari kita pandang dan hadirkan wajah ibu kita, bahkan lebih menyinta-kasihi anaknya katimbang dirinya sendiri. Ibu rela mati demi kehidupan anaknya, memilih menderita demi kabahagia-nyamanan anaknya. Bagaimana dengan mengasihi sesama dan terutama yang berbeda, baik agama, mazhab, dan budaya?
Mengasihi berarti memuliakan, melindungi, menyelamatkan, memberi kehidupan, memberi kehormatan dan pelayanan. Mengasihi adalah tidak menghakimi, tidak memberi label, serta memberi tanpa mengharap apapun.
Mengasihi adalah cara paling ampuh untuk tidak mudah kecewa. Mengasihi adalah obat paling mujarab untuk tidak gampang frustrasi. Mengapa? Mengasihi adalah prinsip spiritual.
Karena kasih adalah bahasa Tuhan, cara paling sederhana mengasihi orang lain adalah dengan mengasihi diri sendiri. Caranya? Terimalah orang lain sebagaimana Anda ingin diterima.
Nah, menerima orang lain (terutama yang berbeda) apa adanya, adalah kasih tak bersyarat.
Cara lain? Mendoakan kebaikan untuk orang lain. Cara lain? Berhenti bertanya dan lakukan, hehe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here