Anda tahu spasi, bukan? Mengapa spasi itu penting? Sebab ia turut memberi makna pada kalimat, begitu pula pada hidup, matahari, pada pelangi, teks, agama, filsafat, internet dan bahkan cinta. Tulisan dan spasi seolah bekerja sama untuk mengantarkan kita pada makna. Tanpa makna, apalah artinya dunia dan segala?

Karena teramat dekat, Sampai-sampai Tuhan tak terlihat. Di sinilah keajaiban jarak. Inilah mukjizat spasi. Nah, warganet yang berjarak, perlukah mengambil jarak terhadap cinta, baik jarak geografis maupun jarak antropologis? Manakah yang lebih penting, mengambil jarak atau menjadi jarak terhadap cinta? Apabila jarak memberi makna, ia membari ilmu, membangun epistemologi baru. Itu artinya, “jarak” memberi sumbangan bagi peradaban dan kemanusiaan. Entah makhluk macam apa jarak itu, Sampai-sampai punya peranan penting.

Bagaimana dengan cinta? Apabila Anda menyinta seseorang, biarkan dia menjadi dirinya sendiri, agar Anda tak perlu membuang umur untuk kecewa ketika tiba-tiba dia tidak seperti yang Anda inginkan.

Tak perlu marah jika kekasih Anda (mungkin) berbohong tentang satu atau sekian hal, sebab, kesal pada diri sendiri karena tak lagi bisa mempercayainya adalah hal lain, ia bukan cinta, tetapi perspektif Anda sendiri tentang cinta. Jangan terlalu ilmiah dan akademis dalam menyinta, sebab tidak seorang ilmuwan pun terlihat gagah di hadapan cinta. Toh, ilmuwan tetap berhutang jasa kepada jarak.

Cinta-sayangi siapapun dengan santai dan wajar, sebab cinta tidak perlu alasan dan kalkulasi teknis. Apa sebab? Karena, jika alasan itu hilang, maka cinta Anda akan ikut menghilang bersamanya.

Acap kali, meski Anda sangat menyinta pada seseorang, Anda harus rela melepasnya, karena justru tanpanya Anda akan mendapati diri Anda lebih bahagia. Biarkan cinta merentang antara Anda dan dia, membentang membentuk makna dan doa, mengantarkan Anda pada sekian cakrawala pencapaian kebahagiaan tak bernama. Lagi-lagi, jarak mengambil peran dan memberi arti.

Sesekali Anda perlu mengambil jarak dengan cinta, meski “jarak” itu kian menjerat pilu dan makin menjerit menjadi rindu. Dan rindu itu perlahan-lahan memilin sepi menjadi doa-doa, membubung ke angkasa, menggetarkan nirwana dan kekhusyukan para pertapa.

Yang tak kalah penting adalah: jangan biarkan orang lain mencintai Anda secara diam-diam, sebab cinta bukan untuk disembunyikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here