Suatu hari Nabi Musa bertanya kepada Tuhan apakah Dia pernah tidur. Tuhan lantas meminta kekasihNya tersebut untuk membawa dua ember air dengan sebatang pikulan. “Berhenti, berdiri di situ, Musa!”, pinta Tuhan.
Sekian lama sekian waktu, Nabi Musa mulai kelelahan dan mengantuk. Begitu sang pemilik Ten of Commandment memasuki pintu tidurnya, ember-ember berisi air penuh itu seketika tumpah membasahi sekeliling. Tuhan lantas berfirman, “Wahai, Musa, jika Aku tidur, itulah yang ajan terjadi pada semesta.”
Teranglah kini, bahwa Gusti mboten sare (Tuhan tidak tidur). Jangankan tidur, ngantuk pun tidak. Sebab keduanya simbol kelemahan dan keterbatasan. Sementara itu, semua makhluk dan khususnya manusia justru membutuhkan tidur demi kebaikan manusia sendiri.
Pandangan dan sikap khalayak kita adalah bahwa tidur sebatas rutinitas keseharian dan aktivitas istirahat yang biasa-biasa saja. Tetapi, tahukah Anda bahwa tidur juga memiliki keajaiban penyembuhan alami untuk jasmani dan rohani kita manakala dioptimalkan kualitasnya? Bahkan, tidur bisa meningkatkan produktivitas dan spiritualitas?
Time Megazine edisi Juli 2015, The Power of Sleep, Andrew Meil, pelopor pengobatan integratif, menyatakan bahwa begitu manusia tidur, seluruh anggota tubuh dan khususnya otak sibuk melakukan perbaikan, penyembuhan dan pengobatan, self-healing, meregenerasi sel dan kerusakan syaraf, serta menormalisasi fungsi organ secara otomatis. Sehingga begitu kita terbangun dari karunia tidur ini, tubuh menjadi segar dan siap berkegiatan dengan penuh semangat. Ajaib.
Bila Anda sakit dan berobat ke dokter, seringkali disarankan agar minum obat sebelum tidur. Kini, Anda tahu maksudnya, bukan?
Tapi, bukankah sebagian dari kita malah susah tidur, insomnia? Mengapa nikmat dan kualitas tidur yang begitu istimewa sangat sulit dirasakan sementara orang?
Baiklah, studi dalam Jurnal of Clinical Sleep Medicine 2015, The 9 New Sleep Rules, Sarah Begley memaparkan fakta-fakta menarik seputar tidur bahwa, (1) penderita insomnia dewasa bisa mendapatkan tidur lelap 60 menit lebih lama dengan berolah raga rutin 3 kali sepekan selama 30 menit di pagi atau siang hari, (2) menghindarkan diri dari alkohol dan kafein berlebih setidaknya 3 jam sebelum tidur, (3) penderita insomnia biasanya juga sering menunda makan malam, sehingga mencari solusi susah tidur dengan (4) layar gawai, tablet dan kongkow yang justru menambah kecemasan dan jantung berdegup kacau.
Fakta menarik lainnya, para pekerja kantor yang mejanya dekat dengan jendela dan mendapat asupan sinar matahari lebih banyak, akan memiliki kualitas tidur dan irama circadian lebih baik.
Memang, tubuh ini bukan mesin yang bisa dengan mudah dimatikan, tapi kita butuh ritme dan disiplin untuk membangun siklus tidur berkualitas. Nah, berapa lama saya harus tidur dalam sehari semalam?
Setidaknya ada 4 tahapan tidur malam hari atau tidur sempurna, yakni: (1) Anda mulai memasuki gerbang tidur manakala kepala menyentuh bantal dan menutup mata setelah berdoa, lazimnya hal ini berlangsung 10-20 menit. Karena belum sepenuhnya tidur, sedikit kebisingan dan gerakan bisa membangunkan Anda. (2) Kini, Anda memasuki tidur lelap, benar-benar tidak sadar. Inilah “mati” sebelum mati. Namun ajaibnya, otak dan seluruh organ tubuh melakukan perbaikan dan regenerasi sel yang biasanya memakan waktu 60-90 menit. (3) Berikutnya, Anda memasuki tahap Repid Eye Movement, mengalami berbagai mimpi, baik itu berasal dari konflik jiwa, endapan rasa dan pengalaman inderawi. Ini berlangsung sangat singkat, tak lebih dari 10 menit. (4) Dan, kini Anda sudah siap bangun dari tidur. Anda mulai setengah sadar, tapi biasanya masih bermalas-malasan. Dalam momen ini, alarm keras sangat membantu membangunkan Anda. Jika Anda turuti kemalasan purba dan bergumam dalam hati, “5 menit lagi bangun!” Tidak, Anda akan butuh 1 siklus putaran tidur lagi (lebih kurang 2 jam) dan demikian seterusnya.
Tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa kebutuhan tidur kita adalah 8 jam, mengapa? Setiap orang punya kebutuhan berbeda. Para master yoga tidak tidur berbulan-bulan, Imam Hambali tidak merebah (hanya tidur sembari duduk) selama belasan tahun, tapi berumur panjang. Juga Gandhi, Dalai Lama dan Einstein, mereka dan para jenius lainnya beristirahat hanya 2-3 jam dalam sehari semalam. Semua tergantung latihan dam kebiasaan. Menarik kita renung-insyafi bahwa jika Anda tidur sehari 8 jam, dan umur Anda 60 tahun, maka Anda telah tidur 20 tahun. Betapa meruginya bila waktu produktif hanya kita gunakan untuk tidur, bukan?
Jika demikian, tidur malam cukup 2 jam (sekali putaran siklus tidur), namun jika Anda mengalami siang hari yang berat dan melelahkan, 2 siklus tidur sudah sangat baik untuk istirahat total. Nah, bagaimana dengan tidur siang singkat (qaylulah) atau cat nap? Rasanya 30-40 menit sudah cukup untuk mengembalikan kebugaran. Sebaiknya cat nap ini dilakukan pukul antara 11.00-12.30 sebelum atau susudah Zuhur.
Selain menggunakan peneduh mata, dibantu dengan suara alami, seperti gemericik air, juga selimut sesuai kebutuhan musim, jangan lupa berdoa sebelum dan ketika bangun tidur. Hal ini menambah kualitas istirahat Anda. Kaum beragama sangat percaya bahwa mimpi juga merupakan bahasa Tuhan untuk menyapa, menegur dan memperbaiki kualitas spiritual manusia. Tak jarang, kita mengalami mimpi buruk atau bahkan bermimpi bertemu Nabi dan para kekasih Tuhan.
Nah, para jomblower, tuna asmara dan zero-gami pasti menunggu pertanyaan ini: kalau mimpi basah? Ya, itu cara alami tubuh melakukan perbaikan dan penyembuhan. Kalau, mimpi dikejar anjing? Itu pasti agar Anda rajin berolahraga.
Saya sendiri bagaimana? Sudah sejak di Pesantren (25 tahun terakhir) saya memusuhi tidur dan memang tidak berencana tidur, kecuali sangat lelah dan tertidur tanpa sengaja, nah.





