Profesi Tidak Diwariskan

0
115

 

 

Judul : Profesi Tak Diwariskan
Penulis : Rian Firmansyah
Penerbit :
Cetakan : 1, Desember 2019
Tebal : 266 Halaman
ISBN :
Presensi : Bagus Rachmad Saputra

Menemukan Profesi Yang Tak Diwariskan

Setiap manusia memiliki jalan untuk mencari tentang apa sebenarnya yang dia inginkan. Tak terkecuali tentang sebuah profesi, dimana dilema terjadi setelah menyelesaikan studi di bangku kuliah dan dituntut segera menentukan sikap. Barangkali itulah gagasan awal dari buku Profesi Tak Diwariskan yang ditulis oleh Rian Firmansyah. Seolah menjelaskan bagaimana melewati berbagai fase dalam mencari jatidirinya didalam tiap bab yag ditulis. Ide utama dari tulisan Rian adalah bagaimana manusia bisa menemukan sebuah profesi dimana profesi tersebut tak dapat diwariskan pada generasi berikutnya. Bisa jadi tulisan Rian mematahkan peribahasa “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Profesi yang digeluti oleh orang-orang terdahulu yang bisa saja tak dapat diikuti oleh generasi selanjutnya.

Tak ada jaminan ketika seorang anak guru akan menjadi seorang guru, tentu karena sejak lahir manusia membawa bakat dan minat masing-masing jika dilihat dari aliran Nativisme tentang kodrat manusia. Bisa juga empirisme John Locke bahwa manusia terbentuk oleh faktor lingkungan. Keduanya bisa jadi benar, karena hakikatnya manusia adalah makhluk sempurna dengan anugerah pikiran. Pikiran-pikiran itulah yang menjadi jalan manusia yang berada dalam lingkungan sosial merasa menemukan dirinya dibidang tertentu yang tak sama dengan bidang yang digeluti oleh orang tua mereka.

Rekaman pencarian mencari identitas diri itulah yang Rian tuliskan melalui Bahasa-bahasa sederhana yang siapapun membaca tulisan ditiap bab akan menangkap makna dari tulisan tersebut. Terbagi dalam beberapa bab yang seolah penulis mengisahkan pengalaman yang ia rasakan sendiri. Dimana pembaca akan terbawa dengan alurnya. Amy Chua, Aku Harus Tetap Tenang, Tiga Serangkai, Darah Dan Daging, Cinta, Desa, Flashdisk, Dinding Putih, Guru, Hawkins, Sandiwara, Rana, Ditikam Sunyi, Honor, Inlander, Akhir Kepercayaan, Terminal Z, Cangkir, Involusi, Isyarat Bunga, Kado, Keras Diri, Kedai, Keluwen, Literasi, Dan Metamorfosa, Pecah Suara, Marah, Masakan, Sipil Kata Sipil, Misionaris, Morning Hills, Pondok, Munir, Nepotisme, Pasca Sumpah, Pangan Lokal, Profesi Tak Diwariskan, Sabha Swagata, Seseorang Berhati Sumur, Sarehan, Summerhill School, Pelamun, Indoktrinasi Pak Lurah, Arloji, Dan Petik.

Menjadi bab-bab profesi yang tak diwariskan lengkap dengan nilai-nilai tentang persahabatan, sosial, religius lengkap dalam setiap bab yang ditulis. Apalagi penulis tidak sendiri ia juga berkolaborasi dengan penulis lain yang menulis puisi sebagai pelengkap dari kisah bab tersebut. Ditambah dengan visual art tentang disetiap bab, membuat pembaca langsung dapat menangkap pesan dari setiap tulisan tersebut. Unartifisial dan Domesia melengkapi buku Profesi Tak Diwariskan menjadi lebih bernyawa.

Profesi Tak Diwariskan ini sangat cocok untuk dibaca oleh mereka para pemula yang sedang mencari jatidiri mereka setelah masa kuliah telah ditutup dengan upacara seremonial bernama wisuda. Dimana masa kuliah yang telah ditempuh akan diuji dimasyarakat seberapa tangguh dan siap mereka membuat jejak sendiri. Terlepas dari pengharapan akan nasib yang mengikuti jejak orang tua. Tentang perjalanan panjang untuk menemukan sesuatu yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya. Ketika hidup dimaknai dengan kerja, lalu kerja itulah yang menghidupi hidup. Profesi Tak Diwariskan akan sangat cocok untuk mereka yang sedang memulai dan semoga menemukan jalan ceritanya masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here