Takdir mana yang memberi aba-aba assalamualaikum

Pada milyaran, jutaan, pun jua ribuan jiwa yang tak berdetak kesadarannya

Membuka pintu,”saya pandemi mau berkunjung”

Tak ada sapa, jiwa-jiwa itu sedang buta

Jangan.

Namun sudah terjadi,

Tiba seluruh kehidupan senyap, mengalir gemericik seperti air mengalir

Pedih perih mendadak menghujam seluruh aku.

Tiba jiwa sejuk mengalir jatuh begitu dalam, seperti akar yang baru tumbuh

Tidak bisa.

Ini bukan pola lama.

Tiba tumbuh rimbun hutan lebat dari senyap.

semua jiwa menuju kesadarannya,

Pada apa yang ia perangi, apalah sebuah pandemi.

Bukan,

Tapi diri dan dunia sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here