pada suatu ketika,
aku dengar sejumput nasehat
dari sang penyeru.
tetapi, terdengar samar
apalagi semua gelap
atau aku yang terpuruk di kegelapan ?
pada cahaya yang menyapa
tersadar aku menyelam dalam gelap
adakah cahaya itu sebelumnya yang melangkah pergi
atau aku yang membuatnya menjauh ?
LA TAKHAF !
angin menyapa riang
menari di antara daun rindang
dan kembang masih bermekaran
tentang mempertanyakan sebuah renungan
tiadalah perjalanan yang diragukan
sebagai ingatan yang dirindukan
mengeja arah ketenangan
yang bersembunyi pada
batas usia dan waktu
dan kita tidak kehilangan arah
; La Takhaf
Penulis
SULTAN MUSA berasal dari Samarinda Kalimantan Timur. Tulisannya tersiar diberbagai platform media daring & luring. Karya – karyanya masuk dalam beberapa Antologi bersama penyair Nasional & Internasional. Seperti “La Antologia De Poesia Cultural Argentina – Indonesia“ Antologi Puisi Budaya Argentina – Indonesia (2021), “Wangian Kembang : Antologi Puisi Sempena Konvesyen Penyair Dunia – KONPEN” yang di gagas Persatuan Penyair Malaysia (2018), Antologi Puisi “Negeri Serumpun” Khas Sempena Pertemuan Dunia Melayu GAPENA & MBMKB (2020), Antologi “The Mist” – International Poetry Anthology Global Writers (2023), Antologi Puisi “Cakerawala Islam” MAIK – Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Kelantan-Malaysia (2022), Festival Sastra Internasional Gunung Bintan – Jazirah, Temu Karya Serumpun “Tanah Tenggara” Asia Tenggara (2023), HOMAGI – International Literary Magazine, Note Journey Magazine & puisinya terpilih pada event “Challenge Heart and Art for Change” Collegno Fòl Fest Turin -Italia (2024). Tercatat pula dibuku “Apa & Siapa Penyair Indonesia – Yayasan Hari Puisi Indonesia” Jakarta 2017. Adapun IG : @sultanmusa97








