Perkembangan era digital saat ini, tak terlepas dari yang namanya penggunaan gadget, dari kalangan anak-anak sampai orang tua. Dan begitu pula generasi muda, penggunaan gadget tidak dapat dibendung dikalangan kids zaman now. Hal ini sudah tentu memberi dampak baik secara langsung atau tidak bagi kepribadian anak remaja, baik mental, sikap dan cara berfikir. Seperti apakah penggunaan dan pemanfaatan gadget dikalangan remaja ?

Berikut beberapa fenomena yang terjadi dari keberadaan gadget ditangan generasi milenial.

  1. Game online

Banyak remaja yang membentuk kelompok dalam permainan game online, mereka dapat ditemui di warung-warung, kafe, kos-kosan, pusat perbelanjaan, dan berbagai tempat nongkrong. Keseruan mereka saat menikmati permainan game online tampak dari teriakan-teriakan kecil yang sering kali disertai kata-kata umpatan. Fenomena seperti itu bukanlah hal asing lagi yang terkadang embuat sebagian pihak menganggap mereka sebagai generasi tertutup atau anti sosial.

Anggapan seperti itu belum tentu benar atau dapat disalahkan sepenuhnya. Karena terkadang, teman bermain game online berada di wilayah yang berbeda, “ Bisa beda kota bahkan negara, dengan begitu mereka sering bersapa kabar dan terjadi relasi, walau belum pernah bertatap muka langsung.’’

Tetapi dengan adanya permainan game online, disadari atau tidak, sering anak-anak remaja ini cenderung mengabaikan orang sekitar karena keasyikan bermain game online. Mungkin lebih tepatnya, dengan adanya permainan game online, “Menjauhkan yang dekat-mendekatkan yang jauh.’’

 

  1. Media sosial

Ibarat sebuah kanvas untuk melukis, media sosial menjadi semacam sarana hobi bagi para remaja, dengan gamblang para remaja bisa mengakses dan mengupload hal-hal yang sesuai dengan keinginan mereka. Tidak hanya sekadar bertegur sapa, berkirim kabar dan berbagi informasi. Media sosial menjadi wadah bagi tidak saja orang dewasa tetapi, juga kalangan remaja.

Dengan membentuk komunitas-komunitas baru, baik yang bersifat gerakan sosial, informatif, bisnis, health, pecinta alam, kulineran dan kelompok-kelompok lainnya. Namun, terkadang pula media social dijadikan media atau alat untuk menyebar hoax, ujaran kebencian, merekam dan menyebar video kekerasan terhadap teman, ruang perdebatan atau sebagai lahan pencitraanagar menjadi popular. Oleh sebab itu, kita berharap dan menaruh harapan besar dengan percaya,bahwa para remaja Indonesia dapat memilih dan memilah dalam pemanfaatan potensi media sosial untuk menjalin kasih sesama anak bangsa.

  1. Privasi

Hampir setiap orang memiliki ruang privasinya sendiri, ada hal-hal yang ingin disimpan, disembunyikan atau minimal jangan sampai orang lain mengetahuinya karena bersifat rahasia. Namun, sering para remaja yang masih labil, masih proses mencari jati diri kadang lupa, bahwa informasi lebih cepat tersebar dimedia social dibandingkan dari mulut ke mulut, sehingga memilih tidak berbagi atau curhat perihal sesuatu yang sedang dialami atau dirasakan pada teman.

Akan tetapi kebanyakan mereka memilih menuliskannya di media sosial seperti FB, twitter dan sosial media lainnya. Sehingga hal yang tidak ingin diketahui banyak orang malah diketahui publik, mungkin awalnya belum disadari sebab pergolakan di batin, atau beranggapan  kalau mengungkapkan apa yang dirasakan di media sosial lebih aman, dengan cara memalsukan data akun sehingga merasa lebih privasi

  1. Wartawan Cilik

Secara tidak langsung para remaja berperan aktif dalam dunia jurnalistik masa kini, misalkan ada beberapa fenomena yang terjadi di wilayah tertentu, ketika para reporter atau wartawan media belum sampai dilokasi kejadian untuk meliputnya buat diberitakan pada khalayak ramai, remaja-remaja ini sudah merekam dan menyebarkannya diberbagai media social, saat itu juga dengan smartphone yang mereka miliki.

Apalagi saat ini banyak provider operator layanan telekomunikasi di Indonesia yang makin memudahkan para remaja mewujudkan impian dalam memberi informasi yang benar pada publik. Mengaplikasikan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi disekitar kita, melalui berbagai media social tersebutagar tercipta harapan lahirnya informasi yang valid sumbernya.

Semua kemudahan itu tentu  membantu para remaja dalam menyampaikan berita on the spot, semoga di tengah pandemik yang sedang terjadi membuat kita kembali menyadari, bahwa segala yang terlontar dari tutur dan sikap yang diperbuat bisa mempengaruhi lingkungan sekitar, semoga tidak sekadar terjalin komunikasi tetapi betul-betul silaturahmi atas dasar kasih sayang.

 

2 COMMENTS

  1. Betul sekali mas, klo kita perhatikan memang tidak sedikit milenial yang bisa menggunakan internet, atau media sosial untuk penunjang hidup. banyak dari mereka yang mendapat penghasilan, namun sayangnya tidak jarang dari kita yang justru tenggelam terdampak efek negatif dari sosial media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here