Keragaman adalah satu hal yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, masyarakat Indonesia. Keragaman itu pula yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya negeri ini. Seperti yang kita tahu bahwa Indonesia ada karena “Bhinneka Tunggal Ika”. Bagi saya, tidak ada alasan lain tentang berdirinya negeri ini selain semboyan “Berbeda-beda tapi tetap satu tujuan”. Oleh karena itu, maka sudah seyogyanya kita sebagai masyarakat Indonesia memegang teguh semboyan itu.

Sama halnya dengan beragamnya Agama di negeri ini. Kita bisa melihat dari perjalanan sejarah masuknya Agama – agama tersebut. Mulai dari Hindu, Budha, Islam dsb. Negeri kita ini sudah dari awal menerima datangnya Agama baru. Jadi wajar ketika di Indonesia terdapat beberapa Agama yang di akui secara Hukum. Lalu jika sejarah berdirinya bangsa ini tidak lepas dari perbedaan agama, lantas kenapa hari ini perbedaan agama masih di pertentangkan ?.

Sebagai warga negara Indonesia, saya sadar bahwa hari ini bagi saya tidak lagi penting mempertanyakan apa agamamu. Hari ini juga tidak lagi penting mempersoalkan apa aliranmu, dan kepercayaanmu. Yang lebih penting dari pertanyaan-pertanyaan itu adalah kebinekaan. Lalu kemudian ada pertanyaan – pertanyaan yang terlintas di benak kita. Katanya berbeda – beda tapi tetap satu tujuan, lalu kenapa masih harus ada penindasan ? Kenapa masih ada diskriminasi terhadap beda agama ? Kenapa masih ada diskriminasi terhadap kaum minoritas ?. Bukankah dalam setiap agama tidak pernah mengajarkan hal itu ? Bukankah setiap agama menginginkan kedamaian ?. Saya rasa kita semua sebagai bangsa Indonesia sudah punya jawaban masing – masing terhadap beberapa pertanyaan – pertanyaan di atas.

Dalam agama yang saya anut (Islam), sangat menjunjung tinggi perdamaian. Bahkan kami meyakini bahwa setiap agama tidak pernah mengajarkan keburukan. Maka dalam hal ini patutlah kita untuk mengamalkan agama kita masing-masing. Ada dua hal yang pasti di ajarkan dalam setiap Agama yaitu saling menghargai dan saling menghormati. Dua hal ini yang penting untuk kita lakukan mengingat Indonesia adalah Negara yang berlatar belakang berbeda-beda. Mulai dari suku bangsa, bahasa, serta budaya daerah setempat. Dan itulah yang saya maksud keberagaman. Serta dalam keber-agamaan, kita berbeda agama, banyak agama, tetapi tetap Indonesia.

***

Kembali kepada keragaman dalam menganut Agama. Bagi saya, keragaman dalam disitu adalah sebuah nikmat dari Tuhan untuk kita sebagai manusia. Maka tidak ada alasan untuk tidak kita nikmati. Tidak ada alasan untuk tidak kita terima. Indah bukan, ketika melihat sebuah forum lintas agama ?. Yang tidak lagi memandang sebelah mata penganut Agama yang berbeda. Yang di dalamnya mereka rukun, mereka bercanda dan mereka tertawa ria bersama – sama. Itulah yang saya maksud nikmat untuk kita sebagai manusia di muka bumi ini.

Dalam konteks ini, saya ingin menyampaikan sebuah kalimat yang mungkin bagi saya kalimat ini sangat berharga. Kalimat yang saya kutip dari Bapak Bangsa kita KH. Abdurrahman Wahid. Yang dikenal dengan nama Gus Dur. Yang juga Pernah menjabat sebagai presiden Republik Indonesia. Jika tidak salah kalimat itu berbunyi begini, “jangan bedakan yang sama, dan jangan samakan yang beda”. Begitulah kira-kira.

Kalimat kutipan diatas mengandung makna bahwa kita harus saling menghargai satu sama lain. Artinya kita harus punya sikap toleransi terhadap perbedaan kepercayaan. Lalu jika hari ini kita masih saling mencaci maki karena perbedaan. Kepada siapa lagi kita harus belajar ? Kalau bukan kepada bapak bangsa kita sendiri.

Dalam tulisan ini, saya ingin menyampaikan bahwa kita memang tercipta dalam perbedaan. Dan perbedaan itu indah. Mungkin tulisan ini menjadi bahan refleksi bagi saya dan juga para pembaca.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here