Kisah-Kisah Kecil & Ganjil Malam 1001 Pandemi

0
81

Judul               : Kisah-Kisah Kecil & Ganjil Malam 1001 Pandemi

Penulis             : Agus Noor

Tahun              : 2020

Penerbit           : Diva Press

ISBN               : 978-602-391-993-2

Jumlah Halaman  : 272 Halaman

 

Banyak Yang Kecil Dan Ganjil Dimasa Pandemi

 Pandemi virus Covid 19 atau Corona yang mewabah di Indonesia sejak awal Maret lalu. Mengisahkan banyak cerita bagi semua insan yang dipaksa untuk “di rumah aja” sebagai langkah mencegah penularan wabah ‘pagebluk’ tersebut. Sehingga muncul istilah-istilah Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dimana ruang interaksi sosial manusia dibatasi untuk sementara waktu dengan himbauan physical distancing.

Merekam semua cerita yang dirasakan manusia sejak masa pandemi Covid 19. Agus Noor menuangkannya dalam bentuk cerita-cerita pendek yang memantik nalar berpikir pembaca soal pandemi apakah sebuah kenyataan atau konspirasi yang selalu diperdebatkan. Menarik membaca buku kisah-kisag kecil dan ganjil yang diawali oleh kutipan milik Anthony De Mello, “jarak paling dekat antara manusia dan kebenaran adalah cerita. Kenyataan paling dalam ditemukan dengan menggunakan cerita’. Kutipan tersebut seolah mengirim pesan bahwa dimasa sulit melewati pandemi seperti saat ini.

Bercerita adalah kebutuhan bagi manusia sebagai makhluk sosial yang bergantung satu sama lain dan tengah dirundung frustrasi rasa sulit. Cerita memang menjadi obat mujarab bagi manusia yang sedang dilanda resah akibat musibah. Agus Noor mampu menangkap hal tersebut dan mencoba merekam setiap balada kehidupan manusia yang dihadapkan pada masalah-masalah hidup. Dilewati dengan senyuman-senyuman kecil bahwa setiap masalah hidup yang diatur sang Maha Pencipta. Akan selalu usai tepat pada waktunya. Tinggal bagaimana manusia mampu sabar dan bertawakal melewati masalah hidup.

Pesan-pesan moral dan kritik sosial yang dikirim dalam cerita-cerita seperti Cangkir Sang Nasib, Petani dan Sebutir Nasi, Doa Sukses Seekor Anjing, Ketika Tak Ada Lagi Yang Bisa Menangis menjadi cerita-cerita pengantar bagi pembaca untuk menyelami pesan yang hendak disampaikan oleh buku ini. Agus Noor membagi cerita-cerita yang ia tulis kedalam beberapa bagian-bagian. Ada delapan bagian dimana dimasing-masing bagian terdapat beberapa cerita-cerita yang seolah saling berhubungan dan kelanjutan dari cerita sebelumnya.

Cerita-cerita yang ada di buku ini tak hanya cerita yang ditulis oleh Agus Noor saja. Namun ada beberapa cerita dari penulis-penulis lain yang sebelumnya telah mengikuti ajakan menulis yang diadakan Agus Noor dimedia sosial. Kemudian cerita-cerita tersebut terkumpul menjadi sebuah plot besar dalam buku ini. Kisah –Kisah Kecil dan Ganjil tak hanya sekedar karya yang lahir dimasa pandemi sebagai wujud eksistensi manusia ditengah masa sulit. Namun juga sebuah karya yang penuh sarat nilai moral dan juga optimisme untuk melewati masa pandemi dengan tetap produktif. Pesan yang hendak disampaikan sesuai dengan apa kalimat penutup pada pengantar buku, ‘Derita Menjadi Tertanggungkan Ketika Ia Menjelma Cerita’. Buku ini patut direkomendasikan kepada pembaca untuk tetap merawat optimisme dan tetap berkarya melewati masa sulit seperti saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here