Dimana mentari keluar dari persembunyian
Bergegas mengasah kembali senjata adalah bukti cinta Tubuh kering dibalut peluh mengucur tak mengapa Dengan luka menganga tak perih ia rasa

Pergi dengan senjata yang terus ia peluk bagai permata Senapan dan parang sudah menjadi kekasih sehidup semati Berjalan gagah menuju medan pertempuran
Demi satu tujuan kemenangan atas pengorbanan

Pernah kutanya mengapa bapak pergi sejauh ini Senyum tulus nan bersih jadi isyarat jawaban
Mengusir bayang-bayang penjajah yang kejam dan kelam Untuk kebebasan bumi pertiwi yang penuh arti

Saat mentari berganti kulihat dari kejauhan Tampak rembulan sudi menyinari bapak kembali
Ditemani air mata menjatuhi pipi, aku berlari menghampiri Bapak kembali diselimuti si darah merah
Damai kembali kepangkuan atas nama perjuangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here