Gusti, kuserahkan waktu
takzim hening kepada titahmu
seperti angin mendiamkan daun
menyimpan goyang di ruang ampun
Gusti, kubiarkan waktu
disamun hiruk-pikuk dunia lucu
endap suara mula ada berdenyar
di panjang urat nadi apik melingkar
Gusti, turunlah di hening dunia dalam
meski dunia luar dirias rona-rona kelam
seperti cahaya cerlang purnama rembulan
teguh menuruni pekat malam keterlaluan
Gusti ….masihkah waktumu dicuri
ketakutan manusia hidup di damai bumi?
kuserahkan napas kepada ritmis nafiri
yang ditunggu setiap yang punya nurani









