Tokoh Utama dan Pedangnya
pijar lampu membias lemah
dayanya hampir habis
padahal aku butuh sekali cahaya
untuk menerangi waktu ku membaca
untung tokoh pendukung dalam cerita
dikisahkan telah mati
tinggal tokoh utama
yang berdiri dengan pedangnya
tiba-tiba lampu ikut mati
ah tidak, aku lari
terbirit membawa ngeri
sebab kulihat mata tokoh utama
memerah, menyorot dalam bola mataku
Tragedi dan Komedi Ayam
ada ayam di dalam sangkar
aku terdiam di dalam rumah
menyaksikannya berusaha keluar
iba hati tak terbendung lagi
maka kuputuskan untuk berdiri
menapaki lantai demi lantai
hingga aku sampai pada sangkar
si ayam nampak senang
ku buka pintunya perlahan-lahan
dan wah kurang ajar
aku dikunci dari luar
Perantau
“bentar ya masih dimasak”
kata ibunya yang punya warung
aku duduk saja, bersama beberapa orang
yang entah ku tak kenal
kami menunggu nasinya matang
selang beberapa jeda
nasinya mulai diangkat
sontak kuteringat
ternyata bukan
bukan nasinya yang masak
tetapi rinduku pada ibu dan masakannya
di kampung halaman sana








