Syukron MS
5 POSTS
0 COMMENTS
Bisakah kita mengambil tindakan dengan baik dan sesuai dengan orientasinya? Dapatkah kita berpikir apa yang kita lakukan merupakan keputusan yang terbaik dan memiliki pertanggungjawaban, reasoning yang masuk akal? Mampukah kita mengidentifikasi dan mengklarifikasi moral yang kita anut dan tunaikan dalam kehidupan, dengan kata lain, tidak hanya ikut-ikutan?
Buku Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral buah tangan Franz Magnis-Suseno ini barangkali...
ketika aku pergi ke kota, ku lihat mega-mega
siluet gedung-gedung membelakangi
segenap cahaya senja yang kuning
keemas-emasan itu
ku hitung; satu, dua, tiga,…
ah, betapa banyak!
berpuluh puluh ruang kaca balok bening
baris-berbaris rata-rata amat tinggi
Ayah, kau tahu sedang apa aku waktu itu?
ku bayangkan, inikah hasil kerjamu?
mengolah tanah-tanah sawah
hingga hari benam menuju malam
dan mereka yang lelap di sana
tak pernah hendak paham
sebenarnya dari manakah
bersuap-suap nasi yang dimakan
telah...
Tokoh Utama dan Pedangnya
pijar lampu membias lemah
dayanya hampir habis
padahal aku butuh sekali cahaya
untuk menerangi waktu ku membaca
untung tokoh pendukung dalam cerita
dikisahkan telah mati
tinggal tokoh utama
yang berdiri dengan pedangnya
tiba-tiba lampu ikut mati
ah tidak, aku lari
terbirit membawa ngeri
sebab kulihat mata tokoh utama
memerah, menyorot dalam bola mataku
Tragedi dan Komedi Ayam
ada ayam di dalam sangkar
aku terdiam di dalam rumah
menyaksikannya berusaha keluar
iba hati tak...
Bertahun-tahun, sejak menyadari bahwa dunia maya semakin bertumbuh-kembang. Aku sangat menikmatinya, bahkan rasanya sangat mustahil melepaskan diri dari cengkraman informasi-informasi yang termuat di dalamnya. Sebuah zaman di mana hidup begitu terpengaruh dan tergantung pada keagungan Big data. Ada sedikit peristiwa - termuat, ada peristiwa lagi - terunggah lagi, ada peristiwa yang lain - tersalurkan juga, seakan potret dan sejarah...
Sajak Darurat Tentang Konsumerisme
toko-toko dan mall-mall di kota kita
sesak pengunjung tiba-tiba
orang-orangnya berduyun-duyun
berbelanja “Alhamdulillah”
kata para pencopet harta paling berharga
“ini kesempatan, sikat mereka!”
para pengunjung asik me-reka
sandang pangan apa yang memang joss
dibeli foya-foya
para pencopet melangsungkan aksinya
dari sudut ke sudut marabahaya
memeloroti nyawa-nyawa;
Virus Corona
gelandangan dan pengemis
menangis terbata-bata
lalu berkata “kamilah ini, orang papa,
tak punya cukup uang untuk membeli-beli,
baju kami compang-camping semua,
makanan kami seadanya kalau ada,
tapi...







