Lima Pesan Nabi Saw

0
475
Picture by google

Pada saat millenium dunia ke-3 di gelar kami merasakan kering kerontang pada batin kami, melihat segala realitas yang melaju secepat kilat, kami tersesat dalam kehampaan yang mendalam meskipun dari kecil kami diberikan asupan gizi dari berbagai pembelajaran dasar-dasar jalan menuju Tuhan, mencari syafaat Sang Rasul dari berbagai guru-guru kami yang tulus memberikan khazanah nilai-nilai yang sengaja atau tidak sengaja untuk kami tengguk intisarinya.

Namun dengan berbagai pusaran yang membentur-benturkan batin kami ternyata kami masih bisa saja belum cukup, bahkan masih haus akan getaran nilai-nilai untuk berjalan pada rangkaian kehidupan yang akan terus kami jalani saat ini, di saat para guru-guru kami yang sudah selesai mencapai jalan cinta kepada sang khalik, menuai bunga-bunga indah pada alam yang lainnya.

Secercah nilai – nilai kehidupan yang diberikan itu kami mengingat kembali kepada “Sangkan Paraning Dumadi” konsep mengenal jati diri manusia, untuk apa kami dihidupkan dan bagaimana asal muasal kita untuk ketetapan waktu yang diberikan kepada kami. Al-Hakim meriwayatkan Al-Qamah bin Haris r.a berkata, aku datang kepada Rasulullah Saw dengan tujuh orang dari kaumku. Kemudian setelah kami memberi salam, beliau bertanya, Siapakah kalian ini ?Jawab kami, “Kami adalah kaum beriman.

Kemudian beliau bertanya, Setiap perkataan ada buktinya, apakah bukti dari  keimanan kalian? Jawab kami, “Buktinya ada lima belas perkara. Lima perkara yang baginda perintahkan kepada kami, lima perkara yang diperintahkan oleh utusan baginda kepada kami dan lima perkara yang kami peroleh dari kebiasaan sejak zaman jahiliyyah.

Tertarik dengan jawaban kami,  Nabi Saw bertanya, Apakah lima perkara yang aku perintahkan kepada kalian itu ?

Jawab kami, Baginda telah memerintahkan kami untuk beriman kepada Allah, percaya kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, percaya kepada takdir Allah yang baik maupun yang buruk.

Nabi Saw bertanya, Apakah lima perkara yang diperintahkan oleh para utusanku? Jawab kami, Kami diperintahkan oleh para utusan baginda  untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan baginda  adalah utusan Allah, hendaknya kami mendirikan sholat wajib, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menunaikan zakat,  dan berhaji bila mampu.

Tanya Nabi Saw selanjutnya, Apakah lima perkara yang kalian masih membiasakan sejak zaman jahiliyyah?

Jawab kami, Bersyukur di waktu senang, bersabar di waktu kesusahan, berani di waktu perang, ridho pada waktu  tertimpa ujian,  dan tidak merasa gembira dengan sesuatu musibah yang menimpa musuh.

Mendengar ucapan mereka yang amat menarik ini,  Nabi Saw bersabda, “Sungguh kalian ini termasuk di dalam kaum yang sangat  pandai  dalam agama maupun dalam tatacara berbicara, hampir saja kalian serupa dengan para Nabi dengan semua hal yang kalian katakan tadi, setelah itu Nabi Saw melanjutkan, “Maukah kalian  aku tunjukkan lima  amalan lagi yang akan menyempurnakan kelima belas perkara  yang sudah kalian miliki?

Kami menjawab, Tentu kami bersukacita sekali baginda.

Nabi Saw bersabda, janganlah kalian menimbun sesuatu yang tidak akan kalian makan. Janganlah kalian  mendirikan rumah yang tidak akan kalian tempati. Janganlah kalian berlomba-lomba dalam sesuatu perkara yang bakal kalian tinggalkan. Berusahalah untuk mencari bekal bagi kehidupan akhirat.

 

wallahualam bish-shawab

 

Ilmi Najib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here