Memasuki libur setelah semester genap adalah saatnya untuk melaksanakan KKN yaitu kuliah, kerja, nyata bagi mahasiswa yang akan menginjak semester 7. Progam yang dilaksanakan untuk mewujudkan tri dharma ketiga dari perguruan tinggi yakni pengabdian masyarakat ini memang menjadi momen yang penting dan cukup ditunggu bagi mahasiswa. Dalam program ini mahasiswa akan mencoba menerapkan ilmu yang meereka peroleh selama berkuliah dan langsung menghadapi kehidupan dalam masyarakat. Hal ini diharapkan akan mampu mrnciptakan mahasiswa yang siap terjun dalam masyarakat, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan dalam masyarakat dengan inovasi dan kreatifitas mereka.

Kegiatan yang dilakukan selama sekitar 1-2 bulan ini memupuk rasa empati dan kepekaan sosial pada mahasiswa untuk turut aktif dalam kehidupan masyarakat. Sebagai potret kehidupan kedepan mahaiswapun pada akhirnya akan hidup di masyarakat sehingga program ini memang sangat tepat untuk menjadi bekal mahasiwa menghadapi kehidupan di masa selanjutnya.

Jika dalam situasi normal kegiatan ini dilaksanakan di beberapa desa yang sudah ditarget dengan diisi oleh satu kelompok dari beberapa mahasiswa lintas fakultas agar dapat memberikan disiplin ilmu yang berbagai macam untuk masyarakat juga mengakrabkan antar mahasiswa dan mampu berkolaborasi dengan mahasiswa yang memiliki kompetensi berbeda.

Mereka menempati satu desa untuk mengabdi dan mengajar di sekolah yang ada di desa tersebut. Biasanya sebelum meninggalkan desa mereka membuat suatu kegiatan sebagai kenang-kenangan bersama berupa jalan sehat, pentas seni, atau beberapa lomba. Ada juga yang meninggalkan desa dengan membuat sebuah taman bagi desa tersebut. hal ini tentu saja menjadi contoh yang sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Terlebih jika mampu membuat masyarakat lebih bersemangat belajar, atau menciptakan terobosan berupa karya maupun gerakan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meringankan beban mereka atau menambah pendapatan masyarakat.

Mahasiswa sebagai harapan masyarakat yang nantinya harus kembali mengabdi ke desa benar-benar harus memanfaatkan momen ini untuk memaksimalkan potensi diri, namun di masa pandemi ini tentu keadannya akan lebih sulit karena kita harus mengikuti aturan pemerintah dan menjaga jarak. Segala kegiatan belajar mengajarpun sudah beralih ke daring.
Namun KKN tetap tak bisa lepas dari mahasiswa karena memang menjadi hal yang begitu begitu penting. Meski kegiatan yang berlangsung tidak begitu efektif karena KKN di beberapa Universitas juga dilaksanakan daring dengan di bantu dosen pembimbing dengan hasil akhir berupa laporan. Peran mengabdi pada masyarakat tetap ada meski tidak seutuhnya.

Selain daring ada juga Universitas yang melaksanakan KKN dengan sistem luring yang dibagi pergelombang dan tidak menginap ditempat lokasi mengajar melainkan bergantian sesuai shift masing-masing.
Sebagai salah satu contoh sistem online dalam KKN kali ini adalah pada Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan yang merupakan salah satu Universitas swasta di Lamongan, Jawa Timur. Sistem ini dibuat dengan pilihan setiap mahasiswa untuk memilih minimal tiga proker dari kesehatan, ekonomi, pendidikan, lingkungan, maupun sosial budaya. Jika proker yang sudah diusulkan ke dosen pembimbing diterima maka dilanjutkan dengan pembuatan matrik atau jadwal dari masing-masing proker.

Hal ini bersifat individu dan dilakukan pada desa setiap mahasiswa namun tetap ada kelompok yang dibina Dosen Pembimbing Lapangan untuk ada kegiatan bersama dalam kelompok yang telah dibuat. Laporan individu setiap harinya berupa dokumentasi dan laporan akhirnya di cetak berupa laporan individu, artikel, dan PKM.
Meskipun online tentu saja tujuan utama dari KKN tersebut tetap terwujud baik bagi mahasiswa juga masyarakat. Terlebih ide pengganti itu cukup baik dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam bidang yang telah ditentukan tersebut disaat pandemi sekarang ini.

Semisal alam bidang pendidikan membantu anak belajar daring, lalu dalam bidang kesehatan sosialisasi pencegahan Covid-19 serta cara pembuatan disinfektan maupun dalam bidang ekonomi dan lingkungan berupa menanam cabai atau sayur lain di lahan sempit ataupun budidaya ikan maupun kerajinan dari barang bekas.

Tentunya dengan kesadaran tinggi dari mahasiswa untuk melakukannya dengan sungguh-sungguh dan jujur hingga tidak ada manipulasi dalam bentuk apapun. Masyarakat dan mahasiswa harus bersinergi untuk bekerjasama mewujudkan inovasi dan daya pikir mahasiswa untuk mewujudkan masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here