Bisakah kita mengambil tindakan dengan baik dan sesuai dengan orientasinya? Dapatkah kita berpikir apa yang kita lakukan merupakan keputusan yang terbaik dan memiliki pertanggungjawaban, reasoning yang masuk akal? Mampukah kita mengidentifikasi dan mengklarifikasi moral yang kita anut dan tunaikan dalam kehidupan, dengan kata lain, tidak hanya ikut-ikutan?

Buku Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral buah tangan Franz Magnis-Suseno ini barangkali dapat mengantar kita supaya mencoba menjawab semua pertanyaan tersebut di atas. Buku yang ditulis sudah sejak beberapa tahun lamanya, namun memiliki daya tarik yang kuat sehingga tetap cocok untuk dipelajari sampai hari ini. Baik sebagai pengantar dasar untuk memasuki filsafat moral maupun sebagai bahan referensi untuk merefleksikan kembali apa yang telah dan ingin kita lakukan ke depan menyangkut norma moral.

Etika dan Ajaran Moral

Ketika membahas tentang etika dan ajaran moral. Mulanya mungkin kita sebagai orang yang asing dengan filsafat akan berpikir bahwa keduanya adalah sama. Yakni, tentang pedoman menjalani hidup dengan baik melalui ajaran-ajaran yang bersumber dari sebuah ideologi, agama, ataupun tradisi dan adat istiadat yang berlaku dan diyakini oleh kita.  Entah itu dituturkan secara lisan oleh orangtua, guru, tokoh agama, atau lainnya yang memiliki otoritas dalam menyampaikan gagasan tentang suatu ajaran, atau pun dari tulisan seperti […. kitab Wulangreh karangan Sri Sunan Pakubuwana IV. hlm.14].

Akan tetapi, ketika membaca buku ini, ternyata dijelaskan bahwa keduanya sangatlah berbeda. Bahwa […. etika tidak berwenang untuk menetapkan apa yang boleh kita lakukan dan apa yang tidak [….], selayaknnya klaim dari [….] pelbagai fihak yang memberikan ajaran moral. Hlm.14], sebab etika menurut Franz [… merupakan filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. Hlm.14]. Dengan kata lain, […. etika adalah sebuah ilmu, bukan sebuah ajaran. Hlm.14] tentang baik dan buruknya tingkah laku. Karena ajaran-ajaran yang dimaksud itu letaknya hanya pada ranah ajaran moral.

Maka […. etika hanya mau mengerti mengapa kita harus mengikuti ajaran moral tertentu, atau bagaimana kita dapat mengambil sikap yang bertanggung jawab ketika berhadapan dengan pelbagai ajaran moral, hlm.14], yang tidak menutup kemungkinan akan ada sedikit perselisihan antar pandangan moral dari masyarakat yang pluralistik. Sehingga, mau tidak mau tugas etika-lah yang […. memeriksa kebiasaan-kebiasaan, nilai-nilai, norma-norma, dan pandangan-pandangan moral (yang beragam itu) secara kritis. Hlm.18].

Sedangkan norma moral sendiri berfokus pada [… baik-buruknya manusia sebagai manusia. Hlm.19].  Yang memiliki dua macam norma, (1) norma khusus dan (2) norma umum. Norma khusus adalah […. norma yang hanya berlaku dalam bidang atau situasi khusus. […] Misalnya, aturan agama hanya berlaku bagi anggota agama itu. hlm.19]. Dan […. norma umum, hlm.19] yang berhubungan dengan (1) sopan santun, (2) norma hukum – demi kesejahteraan umum, dan (3) norma moral – yang merupakan tolak-ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur dan menilai kebaikan seseorang.

Untuk selebihnya, Franz Magnis-Suseno membahas panjang-lebar mengenai kebebasan, tanggung jawab, prinsip, teori, dan sikap yang berkaitan dengan moralitas manusia.

Identitas Buku

Judul: Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral

Penulis: Franz Magnis-Suseno

Terbit: 1987

Penerbit: Kanisius

Jumlah Halaman: 156 halaman

ISBN: 978-979-413-199-2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here