Tahun Politik, sapaan khas untuk tahun 2019, bahkan sejak satu tahun lalu. Karena tidak dapat kita pungkiri, ditahun ini akan ada perhelatan politik secara besar-besaran di negara kita, yakni Pemilihan Presiden dan juga DPR. Moment ini yang kemudian, mengaburkan identitas bangsa kita, yakni Pancasila.

Mengapa dikatakan kabur? Atau bahkan hilang?

Semua sangat terlihat dalam kehidupan keseharian, banyak calon yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh banyak suara. Bermodalkan uang, mereka melupakakan nilai-nilai kejujuran dan keadilan dalam Pancasila.

Ironisnya lagi ketika mereka telah menjadi pejabat di pemerintahan, tak jarang beberapa dari mereka melakukan tindakan korupsi, yang merugikan rakyat dan juga negara kita sendiri.

Kemanakah identitas nilai-nilai Pancasila?

Sebenarnya semua permasalahan dapat diselesaikan dengan satu hal, PANCASILA – Gus Dhofir Zuhry.

Berdasarkan hal tersebut, sebenarnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia menjadi landasal dalam menyelesaikan segala permasalahan publik tanpa terkecuali. Karena pada dasarnya Pancasila dirumuskan dari identitas bangsa Indonesia sendiri.

Tahun politik, juga dijadikan moment untuk menggoyahkan kerukunan antar umat beragama. Keberagaman di Indonesia sebenarnya merupakan keistimewaan yang rentan terhadap perpecahan. Tidak adanya sifat toleransi antar umat beragama, menjadikan sebab adanya anggapan agama tertentu benar sedangkan yang lain salah. Sehingga sering memunculkan konflik yang tak berkesudahan di berbagai daerah di Indonesia.

Kemajemukan harus bisa diterima tanpa ada perbedaan.– Pesan Gus Dur.

Bapak Bangsa kita menekankan untuk tidak membeda-bedakan perbedaan yang lahir di keberagaman bangsa Indonesia. Karena yang beda tak dapat dipaksakan sama, dan yang sama tak bisa dipaksakan untuk berbeda. Akan tetapi bagaimana kemudian, dari keberagamana dan perbedaan itu lahir sebuah keharmonisan sosial.

Kita sebagai generasi muda haruslah bijak dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan ajakan maupun isu yang dapat memecahkan kerukunan umat beragama di tahun politik ini.

 

Ilustrasi oleh: Aula Zahrotin M. (Sarjana Sekolah Literasi 2)
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here