Meski identik dengan dunia anak-anak, tapi nyatanya balon ini tidak lekang oleh waktu ya sobat. Balon juga tidak memandang usia. Sebab hampir di setiap keberadaannya selalu menghiasi momen-momen bahagia di hidup manusia. Mulai dari momen ulang tahun (pertambahan usia individu, ulang tahun pernikahan, hingga hari jadi suatu organisasi), pesta pernikahan, setiap tahap menjelang kelulusan di perkuliahan mulai dari sidang proposal hingga wisuda, event-event tertentu, dan masih banyak lagi. Intinya, acara atau momen apa pun itu ketika dirayakan dengan balon rasanya semakin menambah semarak dan keceriaan di momen bahagia hidup manusia.

Dari segi bentuk, warna, ukuran, bahkan fungsinya juga beragam. Perbedaan yang ada di setiap balon ini kemudian menciptakan berbagai variasi jenis dari balon itu sendiri. Balon udara misalnya. Dari fungsinya aja jelas jauh berbeda dengan balon pesta yang aku jelasin tadi. Fungsi utamanya adalah sebagai salah satu alternatif transportasi udara. Tapi apapun jenisnya, setidaknya ada beberapa kesamaan dari setiap jenis balon yang pernah diciptakan manusia. Ada yang bisa tebak? Yup, sama-sama diisi oleh udara, dan rentan terhadap benda tajam atau benda apa pun yang bisa memicu meletusnya si balon.

Nah, sekarang aku mau nanya nih ke sobat semilir. Awas aja kalo kalian bacanya sambil ngomong dalam hati, “Kamu nanya?” ya! Huffftt… Di momen tahun baru ini, masing-masing dari kita kebanyakan pasti melakukan ritual yang sama. Ada yang bisa tebak? Bukannya sok tau ya, tapi kebanyakan dari kita pasti merenung dan merefleksikan perjalanan hidup kita sepanjang tahun 2022 kan? Ya namanya juga hidup. Yang namanya suka, duka, pencapaian, kegagalan, dan lain sebagainya pasti salah satunya kita alami di sepanjang tahun lalu. Di tahun baru pula kita sekaligus menyusun resolusi untuk tahun 2023 berdasarkan kegagalan dan juga harapan kita kedepannya.

Loh, kok dari balon tiba-tiba ngomongin refleksi akhir tahun sih? Eittss.. Sabar dulu gengs. Lanjutin dulu dong bacanya. Gak sabaran banget sih. Hihihi… Jadi gini, balon yang biasanya selalu hadir di momen-momen kehidupan kita itu kalau direnungkan secara mendalam sebenarnya punya filosofi yang bisa kasih kita pelajaran hidup lho. Sekarang aku kasih pertanyaan selanjutnya. Kira-kira sampai di sini kalian udah tau nggak persamaan kalian dengan balon itu? Ini aku bukan lagi ngegombal lho ya.. Aduhhh.. please deh. Kelamaan ngejomblo nih kayaknya. Hahaha..

Sekarang kita berimajinasi bareng-bareng yuk. Aku bantu dengan pertanyaan-pertanyaan deh. Biar lebih enak ngehalunya. Hahaha… Jawab dalam hati aja ya. Udah siap? Gassss… Pertama, kira-kira, ada berapa cara nih untuk mengisi udara ke dalam balon? Kedua, Kira-kira balon kalau diisi udara terlalu sedikit, jadi kelihatan menarik gak balonnya? Atau kira-kira balonnya bisa berfungsi maksimal gak kalau diisi udara terlalu sedikit? Ketiga, kira-kira kalau diisi udara yang terlalu banyak kira-kira apa yang terjadi? atau kalau balonnya ditusuk benda tajam, disemprotin minyak kayu putih atau cairan dari kulit jeruk, kira-kira apa yang tejadi dengan balonnya?

Gimana? Gampang kan pertanyaannya? Disimpan dulu ya jawabannya dalam hati. Hehehe… Nah sekarang aku mau kasih pertanyaan yang lebih deep nih. Anggap aja lagi deep talk kita bestie. Hahaha… Oke gass lagi kuy. Sepanjang tahun 2022 kemarin, apa aja nih momen-momen paling bahagia di hidup kalian? Masih dengan hobi lama atau lagi coba hobi baru? Terus, apa aja nih kira-kira momen paling sedih di hidup kalian di sepanjang tahun lalu? Sorry nih, bukan bermaksud membuka luka lama. Aku cuma mau bantu meringankan beban kalian aja kok. Hehehe… Kegiatan sehari-hari kalian dipenuhi deadline yang stressfull atau justru kebanyakan rebahan aja hayo? Hahaha…

Udah dijawab belum semua pertanyaannya? Hehehe.. Kita bahas kuy. Yang pertama, pertanyaan-pertanyaan seputar balon tadi. Apapun caranya, yang jelas tujuan mengisi udara ke dalam balon adalah untuk mengaktivasi fungsi dari balonnya. Udara yang dimasukkan ke dalam balon juga harus pas. Tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit. Kalau terlalu banyak dan melebihi kapasitas maksimal balon, cepat atau lambat balonnya pasti pecah atau meletus. Kalau udara yang dimasukkan ke dalam balon terlalu sedikit, fungsinya juga tidak maksimal. Balon mungkin jadi kelihatan kurang menarik (balon dekorasi), atau mungkin gak bisa terbang (balon udara). Yang lebih ekstrim lagi, kalau balonnya dipecahin dengan sengaja. Entah dengan cara ditusuk dengan benda tajam, dibakar, atau apa pun yang bisa merusak balon. Yang jelas balonnya pasti rusak dan tidak bisa dipakai lagi.

Nah, soal pertanyaan deep tadi, pastinya pengalaman masing-masing sobat semilir berbeda-beda ya. But generally, pasti masing-masing dari kita mengalami up and down dalam hidup. Untuk kalian yang most of the time in 2022 hidupnya bahagia, i’m happy for you guys. Untuk kalian yang most of the time in 2022 hidupnya struggling banget, don’t worry guys. I’m here to help. At least aku bisa bantu ringankan beban kalian dengan sharing seputar filosofi balon ini.

Layaknya balon yang punya kapasitas maksimal untuk menampung udara, kita juga as a human being punya keterbatasan yang sama. Gak ada satupun dari kita yang unlimited. Kita cuma beda kapasitas aja dalam memikul beban hidup. Ada yang termasuk manusia-manusia kuat, tapi ada juga yang rapuh. Tapi di level manapun kita sekarang, it’s okay. Coba deh pakai Filosofi Balon. Balon itu, kalau terus-terusan ditiup, lama-kelamaan pasti meletus. Apalagi kalau udah di ujung batas. Disenggol dikit sama jarum atau apa pun itu pasti langsung meledak. Gak cuma itu, balonnya juga jadi rusak dan bahkan bisa juga bikin kaget bahkan trauma orang-orang yang ada di sekitarnya. Terus gimana caranya supaya balonnya jangan sampai pecah? Ya harus punya feeling dan insting untuk menentukan kapan kira-kira balonnya udah mendekati over capacity. Kalau udah gitu, tinggal kempesin aja deh balonnya. Kempesin sedikit ya boleh, mau dilepas semua udara di dalamnya ya lebih bagus lagi. Supaya risiko meledaknya balon jadi semakin kecil.

Kita juga as a human being gitu sobat. Kalau terus-terusan under pressure, sekuat apapun kita pasti ada batasnya. Cepat atau lambat kita akan kehilangan kendali. Entah itu jadi marah yang meledak-ledak, stress, overthinking, dan seterusnya. Kalau yang rugi cuma diri sendiri sih mungkin masih gak apa-apa ya. Tapi kalau kita lost control terus akhirnya malah menyakiti orang-orang terdekat kita? Yang kasihan malah mereka sih. Harus tersakiti karena kita yang kurang self control mechanism. Terus gimana dong caranya biar kita jangan sampe lost control? Ya kempeskan “balon” yang ada di dalam dirimu. Caranya? Ya tiap orang pasti beda-beda. Tapi apa pun itu, lepaskan sementara beban kalian dengan cara yang bisa menenangkan hati dan pikiran dan tentunya harus positif. Apakah dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, selingi aktivitas dengan hobi, me time, dan lain sebagainya. Anything that makes you happy deh pokoknya. Hehehe… Mudah-mudahan membantu ya tips dari aku sobat. Semangat untuk 2023 nya ya…

Penulis : Raymond Tobing (Pegiat AntiKorupsi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here