Konspirasi: Bukti Yang Tidak Bisa Dibuktikan

0
24
photo by google

Hallo guys, apakah kalian pernah melihat film atau kartun yang melihatkan sebuah alat yang dapat membuat seseorang dapat menjelajahi waktu dan dapat pergi ke masa depan? Apakah kalian percaya bahwa mesin waktu itu nyata?

Dalam sebuah wawancara pada channel YouTube Apex TV di tahun 2018, Ada seorang pria (Michael Philip) yang mengaku lahir tahun 2043. Dia mengatakan bahwa dia datang dari tahun 2075 dan kembali ke 2018 untuk sesuatu yang tidak boleh kita ketahui. Dalam video tersebut, dia juga mengatakan bahwa Perang Dunia Ketiga akan dimulai pada tahun 2020, dan perang tersebut hanya akan bertahan 3 tahun. Meski hanya bertahan 3 tahun, akan banyak korban yang jatuh. Dalam video lainnya, ia juga mengatakan bahwa peristiwa 9/11 disebabkan oleh para penjelajah waktu lainnya untuk membuat Amerika lebih solid.

Oke, simpan dulu cerita ini untuk saat ini, sementara kita beralih ke cerita lain. Dulu di tahun 2000, ada acara radio yang menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai anggota militer Amerika Serikat pada tahun 2036 dia sedang dalam misi ke tahun 1975 untuk mengambil komputer portabel pertama di dunia, IBM 5100 dan kemudian mampir sekitar tahun 2000-2001 untuk melihat keluarganya.

Nama pria itu adalah John Titor. Berdasarkan penegasannya, banyak sistem komputer yang akan mati pada tahun 2036. oleh karena itu IBM 5100 sangat penting. Selama tahun 2000, dia sangat aktif dalam menjawab pertanyaan di situs web dengan banyak orang seperti tentang hidupnya perjalanan waktu dan acara mendatang. John mengatakan bahwa teknologi internet akan sangat berkembang. Ia menyatakan bahwa banyak orang akan membuat videonya sendiri dan mengunggahnya ke internet, alias tempat yang kita sebut saat ini sebagai YouTube. (Ingat dia berbicara pada tahun 2000 dan YouTube didirikan pada tahun 2005). John juga mengatakan bahwa Amerika akan terjadi perang saudara pada tahun 2004. Dan yang paling mengejutkan adalah di akhir tahun 2000 John mengatakan bahwa New York akan mengalami insiden besar, dimana dua gedung pencakar langit akan menghilang. Apakah kamu tahu maksudnya? Ya, prediksinya ini mengacu pada insiden 9/11 yang terjadi pada tahun 2001.

Oke itu beberapa informasi dari John Titor yang benar-benar terjadi, tapi ada juga beberapa yang tidak pernah terjadi. Misalnya, perang saudara akan terjadi di Amerika pada tahun 2004 pada kenyataannya, itu tidak pernah terjadi.

Lalu apakah itu semua bohong? tunggu, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Jika kita kembali ke penjelajah waktu sebelumnya, dalam deskripsi Michael Philip, dia mengatakan bahwa John Titor adalah dalang di balik peristiwa 9/11. Juga menurut Michael, John Titor sengaja melancarkan aksinya karena ingin mencegah perang saudara yang terjadi pada 2004 silam.

Jadi John Titor aslinya dari masa depan dan kemudian kembali ke masa lalu dalam sebuah misi, lalu tahun 2000 katanya bahwa pada tahun 2004 (4 tahun kemudian) akan ada perang saudara di Amerika Serikat. Tetapi itu tidak terjadi karena pada tahun 2001, John Titor datang dan melancarkan aksinya dalam insiden 9/11. dan misinya berhasil. Perang saudara tidak terjadi pada tahun 2004.

Ya, itu artinya dia berhasil merubah sejarah-sejarah di waktu sendiri (masa depan). Lalu saya berpikir, jika perang saudara bisa dicegah dengan tragedi 9/11, apakah mungkin wabah virus Corona ini terjadi karena ulah penjelajah waktu lain untuk mencegah Perang Dunia 3 yang akan terjadi pada tahun 2020? Nah, semua cerita yang baru saja saya ceritakan kepada anda tidak dapat dipercaya dan juga tidak dapat dibuktikan.

Tapi beberapa orang yang menyimak artikel ini pasti mempercayai bahwa cerita ini adalah teori konspirasi. Bagi masyarakat Indonesia, teori konspirasi bukanlah hal yang aneh. Anda tahu tentang teori konspirasi bumi datar, bukan? teori konspirasi yang menyatakan bahwa bentuk bumi itu datar seperti piringan yang ujungnya dikelilingi oleh gunung es Antartika.

Ada banyak teori konspirasi yang bertebaran, seperti teori konspirasi mesin waktu dan yang lagi hype yakni teori konspirasi tentang corona. Saya yakin kalian memiliki lebih banyak referensi tentang teori konspirasi daripada yang saya miliki. Jika kita melihat lebih luas, Ada pola yang selalu terjadi di setiap teori konspirasi dan jika kita menafsirkannya secara luas, teori konspirasi pada dasarnya keyakinan bahwa ada organisasi rahasia besar di luar sana yang memiliki tujuan jahat.

Misalnya teori bumi datar direncanakan oleh organisasi besar yang berkuasa, katanya diperkasai oleh Nasa. Lalu, teori konspirasi korona direncanakan oleh organisasi besar dan kuat seperti pemerintah cina, dan organisasi besar WHO. Apakah memang benar mereka memiliki tujuan jahat demi kepentingan dan keuntungan dari golongannya sendiri?

Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa teori konspirasi dapat mempengaruhi seorang seperti gadis, cowok, kaya, miskin, cebong, kampret, orang pinter, orang bodoh, pokoknya semua orang. Atau singkatnya, otak kita secara tidak sadar, suka banget dengan teori Konspirasi. Mengapa? Begini cara kerjanya.

Setiap hari setiap menit, kita selalu menerima informasi, bukan? Apapun itu. nah dari situ, otak kita bekerja mencari pola untuk dibentuk menjadi logika.

Sebagai contoh, saat kita sedang berkendara dan melihat lampu kuning di persimpangan, tanpa pikir panjang, kita langsung mempercepat mobil kita karena kita tahu bahwa setelah lampu kuning adalah lampu merah (Orang Indonesia tidak mau kena lampu merah). Jangan tergoda, itu sangat berbahaya. Misalnya saat kita sedang berkendara dan melihat lampu kuning di sebuah persimpangan, tanpa pikir panjang kita langsung memikirkan pengereman karena kita tahu setelah lampu kuning pasti lampu merah dan kita harus berhenti.

Nah itu adalah salah satu bukti bahwa otak kita bagus banget untuk mengenali sebuah pola dan itu sebenarnya bagus tapi terkadang otak kita error yang bikin kita semacam kayak mengenali sebuah pola tapi sebenarnya pola itu tidak ada, itu namanya Illusory Pattern Perception dan orang-orang pintar di luar sana membuktikan fenomena ini cenderung terjadi pada orang yang tidak memiliki banyak kendali atas hidup mereka.

Sebagai contoh, orang yang baru saja kehilangan pekerjaan atau orang yang baru saja bernasib buruk. Nah, beberapa dari orang-orang ini cenderung menggunakan teori konspirasi sebagai “penjelasan” dari peristiwa buruk yang sedang dialami. Maka jangan heran jika teori konspirasi berkembang sangat baik di era pandemi seperti saat ini.

Dimana setiap orang mengalami kesulitan dalam hidupnya dan ada lebih banyak hal yang tidak bisa kita kendalikan dalam hidup ini. Seperti jika anda pergi keluar rumah anda harus memakai masker, anda makan harus lebih hati-hati, dan anda harus menjaga jarak dari banyak orang. Terutama dengan orang-orang yang kehilangan pekerjaan. Singkatnya, semakin banyak hal yang lepas kendali.

Well, itu susah, soalnya teori konspirasi hampir tidak pernah berdasarkan fakta atau bukti alias hanya berdasarkan kepercayaan yang tidak bisa dibuktikan dan terkadang keyakinan buta ini dipengaruhi oleh kondisi psikologi seseorang, Sedangkan falsifiability dan verifiability adalah dasar dari teori ilmiah. Jika dalam teori ilmiah misalnya, ada penelitian yang menyebutkan bahwa setiap makhluk hidup terbentuk dari sel-sel kecil tapi kalau di tempat lain ada penelitian yang membuktikan bahwa makhluk hidup dibentuk oleh benda lain yang bukan sel dan teorinya jauh lebih kuat dan bahkan absolut maka teori sel terbukti salah.

Oke, jadi jika anda bertemu seseorang yang tiba-tiba berbicara tentang “teori”, cari tahu dulu apakah teori mereka berdasarkan penemuan ilmiah atau tidak. Jika tidak, kemungkinan besar, anda sedang berbicara tentang teori konspirasi, teori yang didasarkan pada keyakinan. Jadi lebih baik menghindarinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here