DISPUSSIPDA Kota Malang Mengadakan Workshop Pemanfaatan Perpustakaan di Era Digital

0
606

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DISPUSSIPDA) Kota Malang melaksanakan workshop gemar membaca dengan tema “Pemanfaatan Perpustakaan di Era Digital” pada Rabu, 25 September 2024. Peserta yang datang pada kegiatan workshop gemar membaca tersebut cukup beragam. Ada yang dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Lintas Batas Komunitas Gubuk Tulis dan lain sebagainya.

Komunitas Gubuk Tulis mendapatkan kesempatan untuk turut serta menjadi pemateri dan peserta pada workshop tersebut. Workshop gemar membaca ini juga menjadi salah satu tempat untuk promosi komunitas Gubuk Tulis. Kegiatan workshop diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars perpustakaan dan berdoa. Lalu dilanjut penyampaian materi dari komunitas Gubuk Tulis oleh Moh. Yajid Fauzi, S.H. Penyampaian materi dari Gubuk Tulis berisi pengenalan kegiatan-kegiatan yang ada di komunitas Gubuk Tulis mulai dari kegiatan Jagongan,Tebar Baca, Sekolah Literasi dan Kampanye Radio. Setelah penyampaian materi terkait kegiatan-kegiatan yang ada di Gubuk Tulis terdapat sesi tanya jawab dari para peserta workshop yang hadir.

Pada sesi tanya jawab, perwakilan dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana cara sekolah agar perpustakaan di sekolah tetap menjadi tempat yang favorit dikalangan siswa-siswi. Pertanyaan tersebut tentunya sesuai dengan konsep dari komunitas Gubuk Tulis yang mana menganggap perpustakaan itu lebih santai tidak terikat peraturan “harap tenang” ataupun “jangan berisik” tetapi Gubuk Tulis menganggap perpustakaan adalah tempat dimana kita membaca buku dan bertukar pikiran dari ilmu/pengetahuan yang kita dapatkan. Hal tersebut sesuai dengan jawaban dari Yajid Fauzi sebagai pemateri dari komunitas Gubuk Tulis “kalau membaca lebih enak jika mendiskusikan dengan teman kita” dan “Komunikasikan dengan sekolah konsep perpustakaan yang santai dan diberikan ruang diskusi”. Tentunya hal ini juga selaras dengan komunitas Gubuk Tulis yang memiliki cafe literasi bernama “OASE Cafe & Literacy“. Sehingga tidak hanya sekedar nongkrong dan bercengkerama tetapi juga bisa menjadi “perpustakaan” karena disini masyarakat umum dapat membaca buku dari koleksi-koleksi yang ada di cafe tersebut disertai dengan bertukar pikiran sambil menikmati secangkir kopi dan snack.

Setelah sesi penyampaian materi dan tanya jawab dari Komunitas Gubuk Tulis. Terdapat penyampaian materi dari Ketua Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Malang. Materi yang disampaikan terkait fasilitas-fasilitas yang dapat diakses oleh masyarakat untuk mencari referensi maupun membaca berbagai macam literatur menggunakan website dan aplikasi. Peserta workshop diberikan kesempatan untuk mengakses dan membuat akun pribadi di website perpustakaan daerah Kota Malang dan aplikasi IPUSNAS untuk memudahkan mereka mencari referensi buku yang dibutuhkan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun. Pembuatan akun pribadi pada website dan aplikasi tersebut berjalan lancar walaupun terkadang masih terkendala oleh sinyal.

Penulis: Ardya Udyana Gayatri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here