Malam ini saya didatangi seorang anak SMP perempuan untuk membantunya memasukkan kode voucher yang ia beli tadi sore ditokoku. Awalnya aku biasa saja namun setelah hpnya cukup lama saya bawa ada sebuah nama kontak “zheyeng” yang menelepon 2 kali. Saya berfikir ini pasti pacarnya. Sedikit alay mungkin bahasanya ya menurut saya juga begitu tapi sekarang memang bahasa seperti itu yang ramai kita dengar. Setelah sudah bisa digunakan anak itu pulang bersama temannya yang ia ajak, dan ternyata sejak ditokoku ada seorang laki-laki yang berkali-kali lewat rumahku yang memperhatikannya dan anak perempuan itupun senyum padanya.

Saya sebenarnya tidak tau hal tersebut karna fokus dengan hpnya namun ternyata ibu saya tau dan ia yang bercerita, begitupun tetangga saya pun membicarakannya. Setelahnya saya baru berfikir jika sekarang pacaran memang menjadi hal yang sangat biasa bahkan untuk anak SMP, yang lebih parah dari itu kita sering sekali melihat jika ada banyak kasus hamil diluar nikah yang dilakukan oleh anak SMP bahkan SD. Hal yang sangat miris yang menjadi salah satu masalah besar indonesia dan pemerintahpun belum mampu mengatasinya.

Namun disini yang ingin saya bicarakan bukan itu yakni penyebab dari terjadinya hal tersebut yang berawal dari fungsi HP yang disalah gunakan para remaja saat ini. Kecanggihan teknologi memang sangat membantu dan memudahkan urusan kita namun disisi lain juga dapat berdampak buruk dalam kehidupan kita jika tak dapat memanfaatkannya dengan baik. Terlebih saat ini HP sudah menjadi bagian penting dalam hidup kita, yang ibaratnya sudah seperti air yang kita butuhkan bahkan ada yang menjadikan HP seperti udara yang setiap detik kita butuhkan dan seperti sekarat jika HP tak ada di genggaman. Keberadaannya pun tak perlu dicari atau menjadi barang mewah, kini di desa-desa dan orang-orang yang kehidupannya terbilang sangat biasa pun memilikinya.

Sebenarnya HP tidak salah tidak pernah salah ia ada untuk membantu kita yang salah adalah kita. Seharusnya kita yang mengatur HP bukan HP yang mengatur kita. Kita bisa mengajari anak-anak melakukan  hal positif di HP  seperti kita bisa mencari ilmu lewat google, membaca buku lewat e-book, mendengarkan ceramah, belajar sesuatu lewat youtube, bersedekah, tidak mudah menyebarkan tulisan yang kita lihat, mencari uang, atau menyebarkan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Ya waktu kita dengan HP harus kita gunakan untuk hal-hal tersebut agar kita tidak menyesal karna hanya melakukan kesenangan sementara.

Kita juga harus ingat jika apapun yang kita lakukan dan kita perbuat akan dipertanggungjawabkan nantinya. Jadi dengan fenomena diatas dan keprihatinan saya dengan yang terjadi disekitar saya saat anak-anak SD sudah memiliki HP sendiri bahkan anak yang lebih kecil lagi sudah bebas membawa HP tanpa awasan orang tua. Juga dengan banyaknya anak SD yang datang ke toko saya untuk membeli paketan. Mereka jajannya bukan lagi snack atau es tapi sosial media yang mudah sekali mereka akses. Sehingga pergaulan yang begitu bebas menjadi konsumsi mereka jadi disini saya ingin berbagi sedikit saran yang semoga dapat membuat anak-anak dapat kembali pada dunianya, meraih prestasi dan membuat indonesia menjadi lebih baik dimasa depan. Berikut hal yang bisa kita terapkan:

  1. Mengawasi anak

Kembali saya katakan orang tua menjadi hal yang sangat penting untuk perkembangan anak. Ketika orang tua sudah dikaruniai seorang anak maka sudah menjadi kewajibannya untuk membuat anaknya menjadi anak baik. Ketika kita memutuskan memberi mereka HP berarti kita bertanggung jawab penuh dengan apa yang sudah kita beri. Saat kita repot kita fikir HP adalah barang yang tetap untuk menenangkan mereka, mungkin benar dengan itu mereka tidak akan mengganggu kita tapi dampaknya jika itu dilakukan terus-menerus akan membuat mereka ketagihan. Untuk anak dibawah usia 17 tahun jangan belikan HP sendiri untuk mereka, dan saat menggunakan HP pastikan kita ada disampingnya.

Selalu arahkan dan tunjukkan HP untuk sesuatu yang bermanfaat jika tidak lebih baik jangan pinjamkan HP pada mereka dan jangan biarkan mereka membuat akun seperti Facebook, instagram atau yang lain karena sangat memudahkan mereka bergaul dengan siapa saja dan bisa menyebabkan mereka berpacaran bahkan bisa sampai pada hal yang tidak kita inginkan. Namun disisi lain saat ini kebutuhan pada HP sudah tak bisa lepas dalam kehidupan anak jadi kita sebagai orang tua yang harus selalu mengawasi penggunaan HP anak kita dan memberikan pengarahan yang baik sampai jika mereka sudah faham dan mampu menggunakan HP dengan baik baru berikan mereka HP sendiri.

  1. Sisihkan waktu untuk anak

Anak adalah titipan yang harus kita jaga sebaik mungkin. Oleh karenanya jika kita ingin memberikan hidup yang lebih baik untuk anak cucu kita jadilah orang tua yang berkelas. Bagaimana maksudnya? Orang tua yang berkelas memiliki banyak waktu untuk anaknya ia rela menemani anaknya untuk mengerjakan tugasnya, bermain, dan terlebih saat mereka memegang HP. Orang tua bertanggung jawab penuh dengan apa yang sudah mereka berikan, kadang untuk anak-anak kecil hanya agar anaknya tidak menangis orang tua akan memberikan HPnya atau kadang membelikan HP sendiri, padahal disini bukankah tugas orang tua menjaga anak? Yang anak butuhkan adalah orang tua bukan HP.

Jika memang HP pun dibutuhkan gunakan itu sebagai media belajar dan jangan berikan sepenuhnya. Untuk menyenangkan mereka ajak mereka bermain. Biarkan anak tetap bermain dengan hal-hal disekitarnya, biarkan ia berkembang dengan alam agar jiwa kreatifnya muncul sejak dini. Ayo jadi orang tua yang berkelas!

  1. Sibukkan anak dengan hal positif

Di Singapura hampir tidak ada orang tua yang memiliki banyak anak sampai jika ada orang tua yang memiliki banyak anak akan diberi hadiah. Lalu bagaimana dengan negara kita? Justru pemerintah berusaha semaksimal mungkin menekan angka kelahiran. Hal yang sangat berlawanan. Mengapa orang tua di Singapura memutuskan untuk tidak memiliki banyak anak dan cukup dengan satu anak atau kadang 2 anak? Karena setiap akan memiliki anak mereka merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadikan anak mereka sukses, jadi jika memiliki banyak anak mereka takut tidak bisa membuat semua anaknya menjadi orang yang hebat. Oleh karenanya masyarakat Singapura memiliki sedikit anak tapi dengan kualitas yang hebat. Seharusnya kita juga punya cara berfikir yang seperti itu.

Makanya dengan perkembangan zaman yang begitu cepat kita yang sudah sangat jauh tertinggal dengan negara-negara lain harus memiliki pemikiran seperti tadi agar dapat menyaingi mereka. Jangan biarkan amerika, inggris yang sudah mampu menciptakan teknologi, game online, media sosial lalu negara kita hanya mampu menjadi yang memainkannya dan itupun malah merusak waktu emas anak-anak kita. Jangan biarkan itu terjadi, jangan sampai negara kita dirusak, dihancurkan dengan merusak otak para remaja yang lebih sibuk bermain game online dan media sosial daripada belajar. Kita harus sadar itu dan rubah itu. Jangan mau menghancurkan negara kita dengan kesenangan fasilitas dari mereka ganti kebiasaan anak bermain HP dengan hal positif seperti membaca buku, belajar, olahraga, mengaji membuat proyek berbagi dengan sekitar. Sampai mereka tidak ada waktu untuk bermain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here