Ini tentang mimpi kecil yang tumbuh menjadi besar. Sebuah angan-angan yang awalnya belum tentu bisa menjadi nyata. Semua hanya tentang mimpi, yang tak tahu akan terwujud atau tidak. Tapi aku yakin semua impian itu nantinya akan menjadi kenyatan. Banyak rencana, banyak keinginan untuk melangkahkan kaki ini di berbagai tempat indah. Dimana kaki melangkah disitulah ada arah hidup. Belajar dari perjalanan, pengalaman yang didapat dari tempat itu.

Awalnya mimpi ini ku tulis di kertas ketika ada seminar-seminar sekolah, yang mengharuskan siswa-siswanya untuk menuliskan harapan ataupun cita-citanya. Jadi aku menulisnya di kertas dengan harapan mimpi ini bisa terwujud. Mimpiku adalah bisa membawa orang tua ke tanah suci untuk umroh. Saat itu aku duduk di bangku SMP kelas 1 tepatnya. Aku bahkan tidak yakin akankah aku bisa atau aku hanya mimpi saja. Setiap ada seminar aku selalu menuliskan itu.

Aku yang saat itu belum bekerja, yang uang jajannya masih dikasih orangtua berani bermimpi seperti itu. Lebih tepatnya sampai kuliah semester dua aku menulis sebuah harapan itu. Tak hanya menuliskan harapan itu dalam kertas, namun aku juga berdo’a pada Allah, agar Allah membantuku untuk mewujudkan keinginan itu. Perjalanannya kumulai pada tahun 2018. Allah kasih rezeki melalui instagramku.

Yang awalnya aku membuat konten isntagram iseng aja, karena habis lulus SMA aku tidak ada kegiatan. Dan ternyata akun instagramku bisa menjadi besar, followers terus bertambah, bahkan tidak ada pikiran akan jadi seperti ini. Setelah kurang lebih satu tahun aku merintis akun Instagram dari 0 followers, kini followersnya cukup untuk membuka endorse atau bisa digunakan untuk jasa iklan olshop-olshop dan sebagainya. Sejak saat itulah aku merasa bahwa perjuanganku dimulai.

Aku  menuntut diriku untuk mandiri, dan harus bisa membantu keuangan keluargaku. Jadi aku menegaskan pada diriku jika ingini apa-apa usaha, jangan terus-terusan minta pada orangtua, kalau bisa memberi jangan minta lagi. Sejak saat itu aku bisa membeli apa yang  sudah lama aku inginkan, kalau mau jalan-jalan kemanapun harus bisa pakai uang sendiri. Dan harus bisa buat keluarga senang, meskipun dengan cara sederhana. Itu yang saya tanamkan hingga sekarang ini. Keluargaku adalah motivasiku untuk terus semangat.

Tentang impianku tepat pada akhir tahun 2019 saat aku kuliah semester tiga, aku bersama ibuku dan dua saudaraku akhirnya bisa berangkat  ke Baitullah, yang awalnya hanya dua orang tapi Allah memberikan rezeki lebih, hingga akhirnya bisa berangkat empat orang. Alhamdulillah Allah mempermudahkan semuanya, dan diberikan kelancaran. Kunci keberhasilan dan diberikan kemudahan adalah usaha, sholawat, doa. Aku pernah mendengarkan kata-kata dari Wirda Mansur bahwa apa yang diinginkan sholawati saja dulu.

Kata Yusuf Mansur dalam Youtubenya salah satu manfaat dari rajin membaca sholawat adalah diberi kelancaran rezeki oleh Allah SWT. Bahkan Yusuf menegaskan, jika kita menginginkan suatu barang, namun tak bisa membelinya, belinya dengan sholawat. Beliau berkata bahwa Kalau ada tanah kosong, gimana caranya biar kebangun, masuk saja, injek, bacain sholawat, insya Allah ada saja rezeki buat jadi bangunan. Beli pakai shalawat, beli pakai duit enggak akan kekejar.

Jadi sejak dulu jika aku menginginkan sesuatu dan aku belum mempunyai uang untuk mewujudkannya, maka aku sholawati dulu fotonya. Memang tidak instan ada yang membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan beberapa tahun kemudian baru terwujud. Satu persatu keinginanku terwujud karena sholawat, dan Allah membantu mewujudkannya. Tidak apa-apa bermimpi dulu, seiring berjalannya waktu pasti akan terjawab do’anya, akan terwujud mimpinya.

Aku tidak menyangka jika impianku delapan tahun yang lalu akhirnya terwujud, aku tak menyangka bisa sampai Baitullah. Saat tiba disana aku menyubit tanganku, karena aku kira ini mimpi. Ternyata benar ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saat itu aku masih juga tidak percaya, tapi aku tak lupa untuk bersyukur, karena Allah sudah mebawaku ke tempat suci ini, tempat indah yang semua orang Islam ingin mengunjunginya untuk beribadah. Senang banget bisa melihat senyum kebahagiaan ibuku. Berkat doa ibu juga bisa kesini bareng.

Inget kata-kata ini “Allah tidak memanggil orang-orang yang mampu, tapi Allah memampukan orang yang terpanggil”. Jadi intinya bukan orang kaya saja yang bisa pergi ke Baitullah untuk umroh ataupun haji, namun semua orang muslim yang ingin dan yakin pasti akan Allah panggil, akan Allah permudahkan jalannya. Jika memang punya kemauan yang kuat pasti bisa ke Baitullah. Banyak orang yang tidak punya tapi punya keinginan, akhirnya juga bisa berangkat.

Biasakan untuk membaca sholawat, selain karena bukti cinta pada Nabi Muhammad SAW, juga agar Allah memudahkan semuanya, mewujudkan semuanya. Meskipun tidak sekarang, namun nanti diwaktu yang tepat pasti Allah SWT akan mewujudkannya. Sholawat tidak hanya mempermudah, dan mengabulkan apa yang kita inginkan, tapi juga satu sholawat yang kita baca bisa mendatangkan ampunan atas beragam dosa, maksiat, kesalahan, keburukan, kelalaian, bahkan kejahatan. Apalagi jika kita mengamalkan lebih banyak sholawat setiap harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here