Arti Sebuah Perjuangan dalam Film The Martian

0
178

The martian, sebuah film _science fiction_ yang rilis ditahin 2015. Memiliki setting tempat di Planet Mars, cerita di film ini bermula saat tim astronot NASA mendarat di ares 3 untuk melakukan sebuah misi, naasnya saat itu terjadi badai yang menyebabkan tim tersebut harus pulang tanpa keberhasilan misi dan kehilangan salah satu anggota timnya karena diperkirakan sudah tewas terkena puing-puing saat badai.

Mark Watney, ia adalah satu anggota yang dinyatakan tewas oleh timnya, dan terpaksa ditinggalkan di Mars karena kondisi yang sudah sangat genting. Mengejutkannya, saat itu Watney ternyata masih hidup, karena patahan antenna komunikasi utama yang menusuknya berbalut dengan darah sehingga menghambat kebocoran kostumnya yang akan membuat ia mati karena kekurangan oksigen.

Berbicara tentang tokoh utama, Watney. Ia berusaha bertahan hidup di Mars dengan memikirkan berbagai aspek yang mungkin terjadi. Ia memanfaatkan segalanya yang ada di sana, dan berusaha mempelajari segala hal, agar keinginannya untuk tetap bertahan hidup sampai tim astronot NASA menyadari bahwa ia masih hidup lalu menjemputnya kembali atau jika hal tersebut tidak terjadi, ia juga memikirkan bagaimana untuk tetap bertahan hidup sampai tim NASA melakukan misi selanjutnya di area 4, Mars.

Beberapa hal yang Watney khawatirkan adalah hab hanya bisa bertahan 31 hari, jika Oxygenerator rusak ia akan tercekik, jika Water Reclaimer rusak ia akan mati kehausan, jika hab bocor ia akan meledak, jika semua itu tak terjadi ada kemungkinan ia akan kehabisan bahan makanan. Hingga suatu ketika ia menemukan kentang di lemari makanan, membuat ilmunya yang juga seorang ahli botani menyeruak. Ya, tepat sekali, ia bertani di Hab dengan bantuan tanah mars dan juga fesesnya. Dan masalah selanjutnya adalah air untuk menyiram bakal pertaniannya, akhirnya ia menggunakan hydrogen dan oksigen lalu membakarnya. Dicampur kembali hydrazine dengan iridium catalyst. Meski awalnya gagal, ia tetap berusaha kembali dan mencari kesalahannya hingga berhasil dan kemudian mendapati pertaniannya berembun hingga menumbuhkan kentang di sol 54.

Setelah masalah bahan makanan dan air terselesaikan, Watney kemudian mencari cara untuk menghubungi pihak NASA di bumi dengan alat dan teknologi canggih yang dengan susah payah ia temukan. Di film ini juga menampilkan berbagai kecanggihan teknologi yang kemungkinan akan terwujudkan di masa depan.

Hidup di planet dengan alam dan ruang angkasa yang tidak bisa diajak bernegosiasi tidaklah mudah, lagi-lagi ia tak sengaja meledakan hab yang membuat tanaman-tanaman kentangnya mati dan membuatnya hanya bertahan 200 sol untuk bahan pangan. Hingga dia menghitung kebutuhan kalori makanan dan membuat makanya hanya 3 hari sekali. Disamping memikirkan bagaimana cara agar tetap bertahan hidup, bahkan Watney sudah memikirkan kemungkinan terburuk jika ia tak selamat, yang membuatnya berpesan berbagai hal untuk komandannya, Lewis agar mengunjungi orang tua Watney dan menceritakan banyak hal tentang tim dan dirinya ketika di Mars.

Pada akhirnya tim astronot melakukan penjemputan Watney yang sebelumnya sudah direncanakan dengan berbagai perdebatan dan konsekuensi yang sudah di pertimbangkan, tak hanya tim astronot yang berusaha, Watney di Mars pun juga berusaha untuk mencapai titik penjegatan penjemputan terebut. Di menit penjemputan Watney pun juga terjadi banyak masalah, seperti titik ketinggian yang ternyata teralu rendah diluar dugaan, tak tanggung-tanggung komandan tim terebut, Lewis keluar dengan kursi kaitan dan baju astronot lengkapnya untuk menjemput Watney, Watney pun tak tinggal diam karena jaraknya pun belum terjangkau, ia melubangi sarung tangannya untuk mendapat dorongan udara yang membuatnya meluncur mendekati Lewis meski sebenarnya sangatlah sulit dan banyak resiko buruk terjadi. Teriakan warga Amerika yang sedang menyaksikan siaran langsung NASA pun bergemuruh mendengar salah satu astronot NASA, Watney yang hidup di Mars sendirian dapat di selamatkan.

Setelah kejadian itu selesai, Watney sering mengisi di program calon astronot dan menceritakan berbagai hal tentang luar angkasa juga pengalaman mengejutkannya di Mars.
“aku bertahan hidup di planet sepi, dengan pertanian buatanku sendiri, sebenarnya lebih buruk dari yang terdengar, tentu saja aku juga berpikir aku akan mati, ruang angkasa ini tak bisa diajak kerja sama, pada saat yang sama semua tak sesuai dengan perkiraan kita, tergantung kalian mau menerimanya saja atau mau berusaha bertahan.” –Mark Watney

*Pelajaran berharga yang dapat di ambil dari Watney*

Hidup adalah sebuah perjalanan. Hidup adalah pilihan. Hidup adalah hal yang sudah ditakdirkan. Mungkin kebanyakan orang sudah mengetahui kata-kata tersebut. Belajar dari Mark Watney, ia memiliki tujuan yang besar, untuk tetap bertahan hidup di planet Mars sendirian, dan dengan resiko yang besar pula. Kegagalan, kesulitan, dan berbagai masalah pun berusaha ia pecahkan hingga ia mencapai titik tersulit pun ia masih tetap berusaha semaksimal mungkin. Jika dipikir secara logika, apakah jika Watney hanya diam saja saat penjemputan Lewis ia akan selamat? Kemungkinan besarnya tidak.

Dari sana kita dapat mengambil pelajaran berikhtiar atau berusahalah semaksimal mungkin dan pantang menyerah sebelum akhirnya bertawakal atau menyerahkan segalanya atas segala yang sudah kita perjuangkan dengan maksimal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here