Pada hari Rabu, 15 November 2023, Gubuk Tulis mengadakan bedah buku Bentangan Sastra Arab dan Barat. Tepat pada jam 16.00 WIB, diskusi  dimulai bersama Chusnul selaku pemandu diskusi mengajak semua orang berdoa untuk lancarnya diskusi, kesehatan, keselamatan, dan tentu untuk Palestina yang kini dalam bombardir Israil.

Sebagai  alumni sejarah Universitas Negeri Malang (UM) Chusnul memberikan pengantar singkatnya tentang Bentangan Sastra. Ia menganggap bahwa buku ini padat akan ilmu sastra dari berbagai refrensi. Sangat cocok sebagai penghangat perjamuan di sore itu.

Penulis Bentangan Sastra Arab dan Barat Misbahus Surur menerangkan bahwa dirinya senang diajak diskusi bersama para pegiat sastra dan literasi Kota Malang. Ia menjelaskan bahwa bukunya yang diterbitkan Cantrik Pustaka merupakan himpunan materi-materi sastra yang pernah ia susun untuk perkuliahan. Akan tetapi berikutnya disusun secara rapi dan lebih komprehensif sehingga penerbit pun mau menerbitkan bukunya

“Dalam buku ini, saya mencoba mengumpulkan yang berserak dari ide, catatan, atau pengalaman saya sebagai pembaca sastra, baik itu arab, barat, atau bahkan asia. Refrensi-refrensinya sebagian besar bersumber dari buku sastra yang saya miliki,” tambah lelaki asal Trenggalek dan salah satu pendiri Nggalek[dot]co itu.

Sedangkan, Achmad Tohe mengapresiasi atas terbitnya Bentangan Sastra Arab dan Barat karya Surur. Tohe selaku Dosen Universitas Negeri Malang mengatakan bahwa buku ini sangat padat, sangat cocok bagi pembaca pemula yang ingin mempelajari sastra secara mendalam.

“Buku ini sangat padat, bisa juga dijadikan beberapa jilid. Bahkan, ketika membincang sastra Arab saja itu bisa satu buku sendiri. Tapi, penulis mencoba membentangkan sastra dari Arab hingga Barat. Masukan saya, buku ini diberi pengantar di setiap babnya, sehingga pembaca memiliki gambaran argumentasi sebelum membaca bab demi babnya,” tegas alumni  Boston University, USA tersebut.

Disela diskusi, ada pembacaan puisi dari Ahmad Mustakim. Ia membacakan puisi-puisi Mahmoud Darwis, penyair Palestina, yang diterjemahkan Faizul Munir. Berlanjut sesi dialog, beberap peserta antusias bertanya tentang hakikat sastra, jenis sastra, dan dikotomi sastra pinggiran sampai sastra populer.

Diskusi diakhiri dengan foto bersama. Acara berlangsung atas kerjasama Gubuk Tulis dan Cantrik Pustaka, serta didukung oleh Angkatsuara, Toko Buku Oase, Oase Cafe & Literacy, HIMAPRODI PBSI UNISMA, hingga Bertiabaru co sebagai media partner utama. (Muiz/Lid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here