Istilah ekologi diperkenalkan oleh Earnst Haeckel (1834 – 1919) yang berarti studi tentang lingkungan, sedangkan lingkungan sendiri memiliki arti bahwa segala sesuatu yang ada di dunia. Istilah ekologi ini akan memaknai diskusi pandemik dan krisis ekologi. Bahwa salah satu penyebab adanya pandemik, terutama covid-19 yang sekarang sedang menyebar ke seluruh dunia adalah hilangnya ekosisitem virus tersebut yang kemudian masuk ke dalam tubuh manusia. Sehingga awal mula dari adanya virus tersebut adalah adanya krisis ekologi.

Bagi David Harvey (2020: Anti Capitalist Politics in the Time of Covid-19) masih berfikir revolusi akan terjadi. Pernyataan David Harvey ini dijustifikasi oleg Bosman Batubaru, bahwa dimasa global pandemik ini covid-19 adalah sebuah revolusi baru. Bruno Latour menyebutkan bahwa “Any thing that does modify a state of affairs by making a difference is an actor—or, if it has no figuration yet, an actant”. Hanya yang membuat perbedaan yang dapat dihitung sebagai aktor. Actant dalam tulisan-tulisan Latour kita kenal sebagai aktor non-manusia. Hal ini bisa jadi, covid-19 merupakan sebuah actor baru yang dapat memutarkan ulang kekuasaan di level dunia.

Selain itu, Bosman melihat momen revolusi tersebut sebagai sebuah perubahan spontan-organik, radikal, dan cepat. Ini bukanlah sebuah revolusi Marxis dimana elan revolusioner yang dibayangkan adalah kaum buruh. Ini adalah sebuah revolusi ekologi/lingkungan abad XXI dimana elan revolusionernya adalah non-manusia.
Beberapa revolusi non manusia yang pernah terjadi di Danau Victoria, Afrika, ketika spesies ikan Kakap (Lates Niloticus) dari Sungai Nil dimasukkan oleh manusia ke dalam Danau Victoria dengan tujuan meningkatkan produktivitas daging ikan demi menutupi permintaan dari terutama pasar Eropa. Pada waktu itu ikan kakap yang biasa memangsa alga, alga kehilangan predator dan populasinya meledak dan membuat danau Victoria menjadi beracun. Ia beracun karena Alga yang populasinya meledak memiliki kandungan microcystin yang beracun bagi hati manusia yang mengkonsumsinya. Microcystin ini bisa terbawa lewat air.

Revolusi covid bersifat radikal dan cepat. Dia bisa mengocok ulang kebijakan politik, sistem sosial, dan ekonomi. Di Indonesia, Re-alokasi APBN sekarang adalah langkah yang disuarakan banyak elit dan tampaknya akan diambil pemerintah. Pemerintah Kota Tegal pada tanggal 23 Maret 2020 menyatakan local lockdown. Di bidang ekonomi, pada minggu kedua bulan Maret 2020. Jeff Bezos, pemilik laman toko on-line raksasa, Amazon, mengalami kehilangan kekayaan sebesar lebih dari 100 triliun Rupiah dalam semalam karena harga saham Amazon turun.

PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) merupakan sebuah kebijakan baru di indonesia yang mulai diterapkan di Jakarta, dan di beberapa kota lain yang menyebutnya local lockdown seperti Tegal. Kate Raworth (2017) dalam bukunya Doughnat Economics, bukan kita kekurangan ide baru. Masalahnya adalah hidup, pikiran dan jiwa kita sudah dikuasai oleh regim pertumbuhan ekonomi. Melalui PSBB, pemerintah juga dapat menghilangkan kesan represif khususnya kebudayaan dan keagamaan. Peran pemerintah dalam PSBB juga bersifat menghimbau tanpa ada kekuatan memaksa.

Zizek memberikan alternative pilihan lainnnya pada barbarianisme survival of the fittest. Menurut zizek yang perlu dikorbankan adalah yang paling lemah dan paling tua. Pandangan Raworth dikontekstualisasi oleh Žižek yang mengatakan bahwa ide bahwa seseorang memerlukan ‘more’ tampaknya tidak realistis saat ini. Mampu bertahan saja sudah lebih dari luar biasa, apalagi berharap pada ‘more’. Singkatnya, bahwa kebijakan PSBB dan semacamnya merupakan perwujudan resistensi diri secara ideologis. Jika lockdown dilakukan, artinya proses produksi akan berhenti. PSBB adalah kompromi ekonomi pemerintah dalam memperhatikan pertumbuhan ekonomi.

Disisi lain, industrialisasi merupakan proses produksi ruang. Dalam proses produksi ruang di bawah kapitalisme, keputusan tentang ruang seperti apa yang akan diproduksi sepenuhnya didikte oleh kepentingan kapitalis. Istilah “co-produksi” mengacu pada proses bagaimana ruang diproduksi bukan dengan mengabdi pada kepentingan kapitalis, tapi pada kepentingan semua. Covid-19 menyingkap kelemahan kota yang dibangun dan dikendalikan pada hukum-hukum yang bekerja secara dialektis dibawah kapitalisme, yaitu: konsentrasi dan ekstensi spasial. Hukum-hukum konsentrasi dan ekstensi spasial, meski terlihat kontradiktif, pada dasarnya bekerja saling melengkapi atau dialektis.

Seperti yang terjadi pada Kota Jakarta, kawasan indutri Tangerang dan Bekasi yang merupakan contoh atau model kota yang dikendalikan oleh hukum besi konsentrasi spasial, dimana berbagai insfrastruktur dipusatkan. Dalam memahami logika konsentrasi spasial, maka wilayah tersebut biasa digunakan sebagai proses uang-kapital, orang dan alat prosuksi dikumpulkan. Disisi lainnya, bahwa ekstensi spasial juga bekerja secara simultan.

Rilis KOBAR Jateng 11-13 April 2020 menyebutkan bahwa sejak 26 Maret hingga dengan 14 April 2020, desa-desa di Jawa Tengah mencatat jumlah kedatangan sebanyak lebih dari 600 ribu orang. Rilis tersebut menyebutkan adanya dampak covid-19 yang begitu luar biasa pada proses produksi capital. Jabotebek merupakan kawasan industry besar yang menjadi sorotan. Ketangguhan Jabodetabek seperti dites oleh Covid-19. Begitu Covid-19 mulai mewabah di Jabodetabek maka pabrik-pabrik yang ada di sana mau tak mau harus menghentikan proses produksinya. Untuk menghidupkan konsentrasi spasial, dibutuhkan juga ekstensi yaitu memanjangkan ruang produksi ke pedesaan Jawa Tengah untuk menopang kelangsungan hidup aglomerasi Jabodetabek.

Revolusi covid-19 secara hampir menyeluruh telah meluluh-lantahkan konsep kota yang dikendalikan oleh hukum konsentrasi dan ekstensi spasial. Tumbangnya aglomerasi perkotaan gaya jabodetabek oleh covid-19 dan tidak relevannya lagi mendiskusikan kawasan/kota industri gaya Jababeka, dengan demikian, secara otomatis, seharusnya juga membuat kita untuk menghapus semua percakapan tentang proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Industri bisa diartikan melalui pendekatan capital – industri dalam corak produksi kapitalis, dimana ia melibatkan sirkulasi uang capital, capital – produksi, dan capital – komoditas. Industri integral adalah industri yang bisa/sejauh mungkin keluar dari logika hukum konsentrasi dan ekstensi spasial, serta menyatu dengan konteks politik, ekonomi/kepemilikan, reproduksi sosio-alamiah, lokasi geografis, demografi, ekologi, ekualisasi spasial, dan teknologi.
Integrasi yang pertama adalah penyatuan antara produktivitas dan keadaran politik. Kedua, dalam hal ekonomi/kepemilikan. Ketiga, memasukkan reproduksi sosio-alamiah ke dalam neraca perhitungan industri integral. Keempat, dalam hal lokasi geografis. Keenam, dalam hal ekologi. Ketujuh, demografi. Kedelapan, geografis, teknologi, dan ekualisasi spasial. Pada beberapa point integral tersebut secara keseluruhan diintegrasikan lagi menjadi satu cara untuk memandang dunia, terutama dalam hal industrialisasi atau co-produksi ruang; integrasi kesembilan: sebuah total industry integral.

NB. Materi bisa diakses melalui tulisan Bosman Batubara

Industri Integral: Arah Co-produksi Ruang Sejak Covid-19

Revolusi COVID-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here