Sayyidah Aisyah. Tidak seperti biasanya, akhir-akhir ini nama beliau ramai digaung-gaungkan oleh anak-anak muda, remaja, hingga orang dewasa. Pasalnya, lagu berjudul ‘Aisyah Istri Rasulullah’ yang ditembangkan oleh Grup gambus sabyan trending di Youtube beberapa hari yang lalu, disusul dengan berbagai bentuk coveran oleh musisi-musisi lain seperti Syakir Daulay dan Aviwkila.

Sayangnya, lirik lagu berjudul ‘Aisyah Istri Rasulullah’ tersebut bagi penulis terkesan eksploitatif dan mengobjektifikasi Sayyidah Aisyah. Lirik lagu pertama (sebelum dirubah) menyebutkan ciri-ciri fisik Sayyidah Aisyah yang tak semestinya disebutkan. Hanya kecantikan dan keindahan fisik serta romansa kehidupan rumah tangga dengan Rasul yang disebutkan. Sedangkan, bagi penulis Sayyidah Aisyah terlampau Agung untuk sekadar digaung-gaungkan keindahan fisik dan sifat manjanya saja.

Sekadar intermezo, Penyebutan detail ciri fisik Sayyidah Aisyah tentu bukan hal yang pantas dilakukan, tidak hanya kepada Sayyidah Aisyah saja lho ya, pun kepada semua manusia, perempuan maupun laki-laki. Penyebutan ciri fisik erat kaitannya dengan objektivikasi dan standar kecantikan, produk dari kapitalis.

Oke disruput dulu kopinya, kalo ndak ada kopi ya air putih gapapa. Kita kembali ke topik

Penulis merasa Sayyidah Aisyah terlampau Agung untuk sekadar digaung-gaungkan keindahan fisik dan sifat manjanya saja. Pasalnya, Sayyidah Aisyah ini perawi hadits terbanyak nomer 2 setelah Abu Hurairah, beliau yang dari bangun tidur sampai tidur lagi paling banyak menghabiskan waktu dengan Rasul. Bayangkan, secerdas itu beliau, dididik langsung oleh Rasul, tapi yang disebutkan hanya fisik dan sifat manjanya saja.

Tidak hanya perawi hadits terbanyak setelah Abu Hurairah, Sayyidah Aisyah juga terkenal dengan keberaniannya. Kalian ingat tentang perang jamal di pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam atau di pelajaran agama? Kalian tahu siapa pemimpinnya? Sayyidah Aisyah cui pemimpinnya, beliau yang hanya digambarkan manjanya saja di lagu itu pernah memimpin sekitar 30.000 pasukan perang melawan pasukan Sayyidina Ali.

Tidak hanya cerdas dan pemberani, Sayyidah Aisyah terkenal dengan kezuhudan, kedermawanan dan juga keagungan akhlaknya.

Maka bagi siapapun kita yang ingin meneladani Sayyidah Aisyah, hendaknya meneladani dengan utuh, jangan hanya kecantikan dan kemanjaannya saja, tapi juga semangat belajar, keneranian dan juga keagungan akhlaknya.

Sayyidah Aisyah menjadi bukti bahwa Agama Islam benar-benar menjadi rahmat bagi alam, Islam tidak pernah mengekang perempuan untuk sekadar bersolek dan mengurusi urusan domestik saja. Sayyidah Aisyah menjadi bukti, bahwa perempuan bisa menjadi cantik (dengan caranya masing-masing), sekaligus bisa menjadi cerdas dan pemberani tanpa meninggalkan keagungan akhlak.

Terlepas dari apapun, penulis yakin bahwa pengarang lagu memiliki tujuan baik dalam menciptakan lirik lagunya. Hanya saja, mari kita semua sebagai penikmat belajar lebih banyak dan menggali lebih dalam lagi. Bahwa meneladani Sayyidah Aisyah tidak hanya sekadar melihat kecantikan dan kemanjaannya terhadap Rasul saja, tapi juga meneladani kecerdasan, keberanian dan keagungan Akhlaknya.

Wallahu A’lam bi as-Showab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here