Pemuda era digital sangat penting untuk belajar dan berproses di organisasi, karena mempunyai peranan besar bagi perkembangan pemuda disamping bergelut di dunia pendidikan untuk menyeimbangkan kemampuan dan kualitas diri. Karena pembelajaran di organisasi akan memperkokoh ideologi dan mendalami fahamnya dan mencegah faham radikalisme yang berpengaruh negatif bagi dirinya. Pemuda native digital juga dapat mengembangkan kualitas melalui skill dan potensinya melalui organisasi. Selain itu pemuda juga bisa mengenali karakternya dan menemukan keahliannya di organisasi pada bidang tertentu. Sehingga saat pemuda memasuki usia dewasa mampu memberikan kontribusi dan mampu mengemban amanah menjadi pemimpin masyarakat. Begitu pentingnya pemuda bergelut di dunia organisasi dan akademisi karena organisasi tidak akan melemahkan proses menuntut ilmu di lembaga pendidikan.
Organisasi adalah laboratorium bagi pemuda, karena organisasi mencangkup segala yang dibutuhkan dan dicari oleh pemuda. Berorganisasilah untuk menyeimbangkan pendidikan. Karena 75 persen pengetahuan diperoleh dari pengalaman dan 25 persen diperoleh dari bangku pendidikan. Berproseslah di organisasi dengan menerapkan manajemen waktu, mengasah skill diri, rajin beribadah, pandai berinteraksi dan kompeten untuk melakukan kerja sama serta menghilangkan rasa insecure dan rasa malas yang menghalangi diri untuk maju. Percaya diri merupakan hal paling utama dalam melaksanakan segala sesuatu untuk berani berperan pada sektor publik. Buktikan bahwa kalian bisa meraih berprestasi serta seimbang antara akademisi dan organisasi, karena berproses di organisasi mendapatkan banyak ilmu, mempunyai banyak keahlian diri dan mampu membentengi diri dari pengaruh paham radikalisme.
Pemuda era digital mempunyai peran sebagai penggerak kemajuan bangsa dengan cara mengkader generasi penerusnya mulai dari ruang lingkup organisasi maupun instansi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dengan cara membekali materi – materi keorganisasian, keagamaan, leadership, sosial kemasyarakatan, mengajak kegiatan yang membuka jendela keilmuan, berpegang teguh pada prinsip al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik, pelatihan yang mendukung kemampuan, menanamkan karakter religious, keislaman serta senantiasa meningkatkan progres dan spirit menuntut ilmu dimanapun pemuda berada. Sehingga mereka mampu bersikap bijaksana dengan berpegang teguh kepada faham yang dianutnya dan terhindar dari ajaran yang menyimpang.
Pemuda harus istiqomah belajar dengan guru/kyai yang mahir dalam bidangnya, meskipun sudah belajar melalui internet karena bertujuan membantu memahamkan materi yang tidak difahami dan mencegah timbulnya salah persepsi dalam memaknai materi yang diperoleh dari buku maupun internet. Apabila mencari informasi melalui internet maka pemuda harus pandai memilih situs yang benar dan sesuai dengan paham alirannya. Oleh karena itu pentingnya bagi pemuda untuk berperan di dunia oganisasi untuk mempertahankan karakter religiousnya sehingga pemuda mampu memberikan kontribusi besar dalam menyebarluaskan pemikiran ajaran Islam kepada masyarakat Indonesia.
Pemuda yang lahir di era digital harus berani berperan di depan publik dengan memberikan kontribusi ke seluruh leading sektor serta mampu beradaptasi dengan teknologi peka terhadap kondisi sekitar sehingga mampu menciptakan solusi untuk memecahkan masalah dan ketimpangan lingkungan sekitar di berbagai sektor seperti masalah kemiskinan, kriminal, pengangguran, korupsi, narkoba, kekerasan seksual yang sering kita jumpai. Masalah tersebut apakah penyebabnya dari para pelaku atau dari sistemnya. Sesungguhnya manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini dan kelak di akhirat akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, baik menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat selama di dunia.
Oleh karena itu, pemuda harus bergerak dan mengambil peran didalamnya baik sebagai pemimpin atau anggota masyarakat biasa. Jika ingin mengubah sistem maka kita harus masuk kedalam sistem, maka dengan cara memberikan evaluasi, kritik dan saran terhadap sistem tanpa menjadi bagian dalam sistem maka sama saja mau masuk ke rumah tetapi tidak ada kuncinya. Karena yang tidak mempunyai kuasa akan kalah dengan yang mempunyai kuasa. Sehingga akan kesulitan untuk mengubah sistem serta menuntaskan berbagai ketimpangan dan problematika rakyat Indonesia. Oleh karena itu apabila menjadi pemimpin maka jadilah pemimpin amanah dan bertanggung jawab karena menjadi sinyal yang melayani masyarakat.
Penulis
PUTRI ZAHROTUL ILMIYAH
(Mahasiswi Magister Manajemen Pendidikan Islam
Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto)








