Oleh: Banyu Bening Winasis
Aku melangkah pasti
Sejauh mataku memandang tampak gugus cahaya
Kilaunya tusuk netraku
Dan butakanku
Dan bagaiamana ku dapat lihat megah semesta lagi?
Aku bersandar bosan
Sandarku adalah dunia yang kepalsuan penuh mengisinya
Dan tipu daya bedebah pasaran dunia kuasai
Tiap hembus mereka sertai akal bengis
Seolah pasti biadab merajai negeri biru ini
Tarian angin bawa kabar duka
Geloranya api terengah padamkan air
Bagai kumbang perdayai kenanga putih
Kudapati diriku terhenti
Dan apa yang dapat ku lakukan di ujung duniaku?
Mereka penguasa semesta
Pitamnya pembawa cemas di kalbu mereka yang terbaring
Dan aku hanya diam memandang
Debu-debu berjatuhan dari langit yang menangis
Dan kuratapi betapa biadabnya manusia bumiku
Mereka penguasa bumiku
Nyalakan api perang di tiap tapak tanah
Ledakan meriam musnahkan peradaban
Dan kilaunya buatku mati
Wahai pemuja fajar
Pandangmu adalah cahaya masa depan
Sinari selalu jalan tapak manusiaku
Bagaimana kau belai bintang di cakrawala timur
Dan aku tersenyum puas
Dan senyumku cukup bawaku tenggelam tertelan bumiku
Setidaknya ini adalah senyum terakhirku
Wahai penerka alam
Jejakmu membawa ketidakpastian
Langkah kakimu siaga jelajahi hingga perut bumi
Tangan kasarmu sia leburkan puncak tertinggi
Dan kau lah pemuja senja timur
Dan senyumku telah pudar
Inikah kehidupan yang berwarna
Pelangi hujan telah sirna
Dan aku terbaring lemah









