Kaprodi Magister Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. Mohammad Mahpur M.Si membagikan motivasi kepada peserta yang hadir dalam acara NGABUBUREAD Jilid I dengan tema ‘’Generasi Stroberi dalam Kacamata Psikologis Islam’’ yang diadakan oleh Komunitas Gubuk Tulis bekerja sama dengan Duta Damai BNPT-RI Regional Jawa Timur dan Oase Institut pada Selasa, 19 Maret 2024 di Oase Cafe & literasi Kota Malang.
‘’Fenomena Generasi muda yang identik dengan teknologi, memungkinkan mereka menjadi pribadi yang aktif, kreatif, dengan ide-idenya segar. Mereka banyak mengekspresikan diri di media sosial, namun seringkali mereka menjadikan media sosial sebagai sarana membandingkan diri, yang sedikit-dikit sambat di medsos, ngeluh, adu argumen, bahkan flexing’’ Kata Pak Mahpur memberikan pandangan awal tentang Generasi stroberi.
Persoalan yang lebih penting untuk diwaspadai adalah bahwa fenomena tersebut menimbulkan bubble informasi di media sosial sehingga mudah kita kapitalisasi secara personal tanpa ada filter yang sehat. teknologi membuat kita menjadi semakin individualis dalam berinteraksi ataupun mencari informasi. Sehingga peradaban kolektif yang kita anut di Indonesia semakin pudar. Padahal berdasarkan riset peradaban kolektif itu lebih menghasilkan individu yang lebih resilien (tangguh), karena masih terdapat dukungan kelekatan sosial antar individu.
“dalam psikologi Islam, kita mengenal istilah Kasb, yakni sama dengan konsep freewill (kebebasan berkehendak) dimana setiap perbuatan atau usaha yang dilakukan oleh manusia akan dikembalikan kepada manusia itu sendiri” Ucap Pak Mahpur dalam menguraikan tentang bagaimana anak muda harus memiliki kesadaran dalam mengontrol perilaku dan menjadikan insan yang tangguh.

Acara diskusi yang dipandu oleh Winda Sari S.Psi yang juga mahasiswa Magister Psikologi Univeristas Negeri Malang tersebut dihadari oleh peserta dari mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Malang berjalan sangat interaktif dari para audiens dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan, salah satunya pertanyaan adalah tentang tingginya ekspektasi sosial yang menyebabkan individu menjadi pribadi yang mudah tertekan. Pak Mahpur menjawab dengan cukup lugas, beliau memaparkan bahwa tingginya ekspektasi sosial itu disebabkan oleh fenomena deviant content syndrom, yakni sindrom dimana seseorang banyak mengkonsumsi informasi tanpa disadari. Yang mana hal tersebut membuat seseorang memiliki sikap menetapkan standar yang tidak realistis. Untuk itu, penting bagi seseorang untuk lebih meningkatkan evolusi biologi (fitrah biologis) yakni terhubung dengan dunia nyata, daripada dunia virtual.







