Sajak Darurat Tentang Konsumerisme

toko-toko dan mall-mall di kota kita
sesak pengunjung tiba-tiba
orang-orangnya berduyun-duyun
berbelanja “Alhamdulillah”
kata para pencopet harta paling berharga
“ini kesempatan, sikat mereka!”

para pengunjung asik me-reka
sandang pangan apa yang memang joss
dibeli foya-foya

para pencopet melangsungkan aksinya
dari sudut ke sudut marabahaya
memeloroti nyawa-nyawa;
Virus Corona

gelandangan dan pengemis
menangis terbata-bata
lalu berkata “kamilah ini, orang papa,
tak punya cukup uang untuk membeli-beli,
baju kami compang-camping semua,
makanan kami seadanya kalau ada,
tapi sudilah kami turut serta,
mengabukan jenazah mereka.”

Maha Kekasih

maka dari
menekuri jalan rahasia ini
Ya Malikal Mulk
ku hadapkan wajahku
pasrah
pada-Mu

2020

bagai kabut
tengah kemelut
ombak di dada
berdebur-deburlah
pandang bulan
sepi daya
ku lelehkan airmata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here