Di Bukit Kaki Ibu
sudah kau temukan paluh kenangmu di cangkir itu?
di bukit kaki ibu
: lembah segala lelah yang habis terjarah
peluh keringat bapak
: pupuk subur benih cinta yang kanak,
rindu yang kau teguk hikmat
di beranda ingatanmu
kutemukan tubuhmu yang mungil
berlari di tanah lapang menimang senang
mengutuk cinta yang pura-pura dewasa
: laku yang menggariskan liku dan hanya
menggoreskan luka dalam dada
sudah kau temukan paluh kenangmu...
Bapak
kala tidur mendengkur
kala lewat malam sholat malam
dua raka’at tak lupa bershalawat
tidur lagi, adzan shubuh bangun lagi
pagi membaca koran di beranda
: jumlah perawan turun, bukan janda!
perkosaan di mana-mana
“tanda adab manusia kurang agama”,
komentar bapak
rokok, kopi, kacamata: senjata
bukan sunnah, fardhu ain hukumnya
tapi korek api dipakai mamak
buat menghidupkan tungku penanak yang dibubuhi boboq
batang kayu dan sedikit siraman minyak
demi sajian sepiring nasi lindung hasil...