ketika aku pergi ke kota, ku lihat mega-mega
siluet gedung-gedung membelakangi
segenap cahaya senja yang kuning
keemas-emasan itu
ku hitung; satu, dua, tiga,…
ah, betapa banyak!
berpuluh puluh ruang kaca...
Tepat jam nol-nol dini hari.
Aku menerjang sunyi dalam kegelapan malam.
Ku hempas malas yang beitu beringas.
Ku bangun asa dalam doa.
Dalam khusyu’ku, kurayu Tuhan untuk membantuku...