Gubuk Tulis, Malang – Pembukaan Konferensi Internasional KUPI II 2022 yang telah berlangsung di kota Semarang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Imam Taufiq M.Ag. Acara diiringi dengan tari tradisional Warak Ngendog khas Kota Semarang. Selanjutnya, sebelum acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya terlebih dahulu dan penampilan-penampilan lainnya, 23 Nopember 2022.
Hadir juga Pembina kongres ulama perempuan indonesia, anggota kongres ulama perempuan indonesia, pengurus kongres ulama perempuan indonesia, tuan rumah kongres ulama perempuan indonesia, UIN Walisongo Semarang, Pesantren Pondok pesantren Hasyim Asy’ari Jepara. KUPI 2022 mengusung tema “a Firming the Rules of Women Ulama in Creating a Just Islamic Civilizition” yang akan berfokus pada isu-isu utama termasuk membangun peran ulama perempuan, kepemimpinan perempuan, dan semua sektor dan perlindungan lingkungan.
“Kami berharap dan berdo’a mudah-mudahan kehadiran Bapak dan Ibu semuanya bisa memberikan spirit dan motivasi untuk kami, kemajuan kampus kami dan kemajuan bersama-sama kongres ulama perempuan Indonesia. Saya menyampaikan selamat datang kepada semuanya dan ini merupakan sebuah kehormatan keterlibatan UIN Walisongo Semarang dalam rangkaian kongres ulama perempuan Indonesia, KUPI kedua ini.” -ungkapnya oleh Prof. Dr. H. Imam Taufiq M.Ag melalui sambutannya.
Prof. Dr. H. Imam Taufiq M.Ag juga mengatakan bahwa acara ini menandai titik temu antara Universitas Islam Negeri Walisongo dengan KUPI 2022 yang mana sebagai institusi pendidikan, dan KUPI sebagai gerakan sosial yang berorientasi pada membangun relasi yang sehat, maslahat antara laki-laki dan perempuan, dan relasi di Indoensia. Hal tersebut berkaitan dengan penekuhan UIN Walisongo yang sejak awal memiliki perencanaan, rentsra, dan juga komitmen prioritas program untuk mengawal bagaimana keselarasan dan keserasian bagian dari karakter utama UIN Walisongo Semarang.
Selanjutnya, dalam sambutan Dwi Rubiyanti Kholifah perwakilan AMAN Indonesia mengatakan bahwa Pembukaan Konferensi Internasional KUPI II menerima 1000 pendaftaran di seluruh dunia, termasuk Indonesia, saat ini di zoom memiliki 715 orang yang bergabung bersama kami hari ini, dan jumlah 715 orang yang bergabung dengan kami terdiri dari 434 wanita dan 281 pria yang siap untuk berdiskusi hari ini.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat para ulama perempuan dari 37 Negara menghadiri Konferensi Internasional KUPI 2022 yang diantaranya mewakili benua Eropa, Asia, Afrika dan Amerika ini bukan sebagai tamu, tetapi menjadi bagian dari KUPI II.
Dalam sambutan Dwi Rubiyanti Kholifah juga menekankan bahwa konferensi internasional akan memiliki tiga bagian yang sangat penting, yang pertama tentang Gerakan KUPI, kedua mewujudkan imajinasi kami ke masa depan umat Islam bagaimana kami menciptakan dan menghargai satu perkembangan positif dalam diri setiap muslim, dan bagian ketiga dari pembahasan yang akan dibagi ke dalam grup dan disini akan membahas tentang peluncuran buku Justice and Beauty in Muslim Marriage: Towards Egalitarian Ethics and Laws oleh Musawah.
Selanjutnya, sambutan dari Nyai Hj. Badriyah Fayumi, ketua majelis musyawarah KUPI, beliau menyampaikan bahwasannya gerakan KUPI ini sebagai gerakan intelektual, kultural, spiritual, dan sosial yang menyatukan karya atau kerja dan juga mempertemukan fisik dan pemikiran dan tradisi keilmuan pesantren. Dalam perspektif KUPI tidak memaknai budaya lokal itu sebagai bagian yang terpisah dengan global, artinya apa yang dilakukan di lingkup pesantren juga merupakan realitas global yang ada di Indonesia.
Oleh karena itu, KUPI memaknai sama penting dan sama pentingnya keulamaan perempuan sangat penting tidak sebatas organisasi biasa tetapi untuk menyatukan komitmen komitmen yang dibangun dan dipraktekkan di komunitas. dengan itu insyallah kita bisa membangun perabadan yang mulia.” Tegas ibu Hj Badriyah KUPI. (Penulis: Alimah Hana, dkk)









