Malang – Gubuk Tulis bersama dengan Gramedia, Penerbit Elex Media Komputindo, dan Oase Institute mengadakan jagongan buku  Filsafat untuk Pemalas karya Ach. Dhofir Zuhry di Oase Café & Literacy. Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka perayaan Hilang Tahun ke-8 Gubuk Tulis yang jatuh pada tanggal 04 Feburari.

Dalam jagongan buku yang dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Februari 2024 tersebut dihadiri oleh Destriana Saraswati Direktur Oase Institute dan Pdt. Nicky Widyaningrum Rohaniawan dari Greja Kristen Jawi Wetan Jemaat Sukun sebagai narasumber, dengan Jefri Hadi S. sebagai moderator.

Peserta dari berbagai komunitas dan organisasi seperti Angkatsuara, Gerilya Literasi, IPNU-IPPNU Kota Malang, GUSDURian Malang, PMII, dan lainnya turut hadir. Diskusi dimulai dengan doa bersama oleh Jefri, diikuti dengan pengenalan narasumber.

Destriana Saraswati mengatakan ”dalam buku tersebut ada bagian tentang welas asih meskipun tidak secara eksplisit terutama dalam bagian Gus Dur bagaimana kita memaafkan, berada disekeliling berbeda, ada bentuk pluralisme yang tidak hanya untuk internal, tidak hanya filosofis tapi juga religius.  Buku ini sebenarnya mengagetkan, disini sangat komprehensif, mau tau tentang apa disini ada seperti gender struktur sosial agama semua ada untuk membangunkan seorang pemalas. Banyak hal yang menggelitik tidak hanya cara penyampaian tapi cara bahasanya”.

Pdt. Nicky menambahkan ”buku ini sangat mengindonesia mempribumikan agama apapun disitu juga diangkat tentang konteks kristus tanpa nama diperkenalkan. Membaca ini agama kristenpun dipanggil agama membumi. Ada satu tulisan yang akan jadikan bahan khotbah saya belajarlah kepada sesama tentang manusia dan kemanusiaan bahkan sebelum kita belajar tentang Tuhan dan Agama. Supaya ketika kita membela Tuhan dan Agama kita menjadi ingat bahwa kita adalah manusia’’.

Gus Dhofir merespons paparan para narasumber dengan menyatakan bahwa filsafat haruslah relevan dengan kehidupan sehari-hari, menghadirkan kebahagiaan dan kesadaran akan diri sendiri. Dia juga menyoroti pentingnya promosi bahasa Indonesia di kalangan Gen Z.

Diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana peserta mengajukan pertanyaan tentang pentingnya filsafat dan bagaimana mengatasi persoalan jati diri. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng untuk memperingati ulang tahun Gubuk Tulis yang ke-8, disertai dengan pembagian souvenir dan foto bersama. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here