Perempuan kerap kali dijadikan alasan-alasan atas beragam permasalahan yang ada, terlebih tak jarang dikaitkan dengan nilai-nilai keagamaan. Benarkah demikian? Kegelisahan ini yang akan terjawab dengan launchingnya buku karya Faqihuddin Abdul Kodir dengan judul Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah. Buku terbitan dari Afkaruna ini merupakan sebuah karya fenomenal yang mengkaji kembali hadis dengan metode mubadalah.
Dengan diadakannya Lounching buku pada, Rabu, 01 September 2021 acara ini dihadiri lebih dari 800 peserta jamaah zoom’iyah, yang tentunya memiliki antusisme sangat tinggi atas lahirnya buku karya Faqihuddin Abdul Kodir atau yang akrab di sapa Kang Faqih. Acara ini dipresiasi penuh oleh tokoh-tokoh masyarakat yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Apresiasi pertama datang dari Lies Marcoes, yang mengapresiasi penuh hadirnya buku ini agar penafsiran terhadap hadis tidak lagi misoginis, tetapi dengan metode mubadalah yang menerapkan prinsip kesalingan. Selain itu, pegiat di Rumah Kitab ini, menyampaikan bahwa, berfikir itu tidak cukup jika tidak ada pembelaan kepada mereka yang tertindas. Dan sebagai bentuk bukti kehadiran manusia dengan menulis, menulis baru akan berarti jika jelas keberpihakannya.
Nur Rofiah, selaku founder dari ngaji KGI ikut serta memberikan apresiasi pada buku ini, yang akan menjadi rujukan untuk perjuangan panjang dalam mencapai keadilan bagi perempuan. Tak ketinggalan K.H.Husein Muhammad yang akrab di sapa Buya Husein, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap karya muridnya ini, bahkan dalam acara zoom yang berlangsung tadi malam hingga pukul 21.00 Buya masih dengan sangat bersemangat menceritakan proses dan perjuangan belajar yang panjang dari sosok Faqihuddin Abdul Kodir yang bisa melahirkan banyak karya hari ini.
Apresiasi yang terakhir hadir dari Evy Ghozali seorang pakar pendidikan dan Psikologi, yang merasakan kehadiran buku ini sebagai tiga poin luar biasa yakni, belajar, hadiah, dan PR. Belajar bersama dalam acara lounching buku bersama para tokoh dan guru, hadiah atas lahirnya buku yang memberikan pandangan baru tentang perempuan yang penting untuk dunia pendidikan, dan PR bagi kita semua untuk memperjuangkan dengan kerja keras dari semua pihak untuk menyebarluaskan konsep mubadalah bagi lingkungan terdekat.
Acara juga dimeriahkan dengan Talkshow, bersama yang dihadiri oleh beberapa tokoh dengan beragam latar belakang. Ulil Abshar Abdalah menyampaikan bahwa uku ini penting sekali dalam keindonesiaan kita karena buku ini mencoba mengkounter untuk mengoreksi pemahaman yang bertahan di masyarakat kalau perempuan sumber fitnah. Dan besar harapan Ulil akan ada sarjana atau pemikir lain untuk melanjutkan proyek yang dibuat oleh Kang Faqih untuk kemajuan pemikir muslim di nusantara.
Sepemikiran dengan Ulil, Nihayatul Wafiroh, seorang perempuan yang berkecimpung di dunia politik ini meyampaikan bahwa, Kang Faqih juga perlu melahirkan buku terkait Perempuan dalam Politik dengan pendekatan mubadalah, karena perjuangan perempuan di parlemen, kesetaraan, kesalingan dan kerjasama semuanya perlu dikuatkan dengan prinsip mubadalah. Ketika prinsip mubadalah diletakkan di politik akan sangat strategis untuk membantu perempuan yang berada di sana.
Urgensi hadirnya buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah, ini juga sangat penting dikalangan kademisi, hal ini disampaikan oleh Inayah Rohmaniyah selaku dosen di UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Menurutnya, buku Kang Faqih ini akan sangat penting dan releva menjadi rujukan di bidang perkulihan khususnya kajian hadis.
Buku ini memberikan cara pandang baru atas setiap teks yang terkesan atau bahkan secara tekstual menyudutkan jenis kelamin tertentu. Dan hadirnya buku dengan gaya bahasa yang sangat mudah uuntuk dipahami ini menjawab tantangan saat ini. Yakni karena budaya membaca kita sangat rendah. Para aktivis terlalu banyak wacana tidak turun kebawah. Seharusnya kita sedikit-sedikit memberikan doktrin kepada masyarakat agar masyarakat juga mentradisikan membaca.
Tak ketinggalan sosok komedian perempuan, Sakdiyah Makruf sangat bahagia dengan hadirnya buku ini, karena bisa dijadikan rujukan ketika ada banyak netizen mempertanyakan referensi yang berkaitan dengan perempuan. Dan besar harapannya agar buku ini bisa dengan mudah menggiring masyarakat untuk memahami buku ini dengan cara disisipkan pada konten-konten di media sosial, untuk menarik minat pembaca.
Acara yang dipandu langsung oleh Nurul Bahrul Ulum ini sangat meriah dan berlangsung dengan bahagia-membahagiakan karena terlihat dari antusiasme paserta yang bertahan hingga akhir acara. Kang Faqih merasa sangat bersyukur dan berterimakasih karena saling dukungan keluarga, kolega dan juga berbagai pihak yang saling berkolaborasi selama inilah yang membuatnya bisa melahirkan pemikirannya dalam bentuk karya.
Harapannya buku ini akan menjadi buku rujukan bagi mereka yang menginginkan untuk mendapatkan ulasan hadis-hadis tentang perempuan yang komprehensif, menambah keyakinan bahwa Islam adalah agama yang rahmah lil ‘alamin, serta buku ini akan menjawab segala pertanyaan mengenai perempuan dalam Islam melalui ulasan yang logis dan sangat mudah dipahami. (Nuril)







