Tradisi Kelompok Muslim Agresif di Jaman Now

0
74

 

Identitas Buku

Judul Buku: Muslimah yang Diperdebatkan
Penulis: Kalis Mardiasih
Tahun Terbit: 2019
Penerbit: Buku Mojok
Jumlah Halaman: xiii + 202 halaman
Dimensi: 14 x 20 cm
ISBN: 978-602-1318-93-5

Tulisan-tulisan yang disajikan penulis, Kalis Mardiasih dalam buku ini memaparkan kebiasaan-kebiasaan kelompok muslim agresif yang seringkali kita jumpai di jaman sekarang, terutama di media sosial. Contohnya adalah tren label syar’i pada jilbab. Banyak muslimah yang berbondong-bondong mulai mengganti jilbabnya dengan jilbab syar’i, bahkan sebagian dari mereka gemar berkomentar “maaf sekedar mengingatkan” pada postingan-postingan perempuan lainnya yang tidak berjilbab atau jilbabnya belum cukup syar’i menurut versi mereka.

Di samping itu, penulis juga mengkritisi para gerakan muslim agresif yang berjualan oleh-oleh atau barang lainnya menggunakan label islami dan simbol kesalehan lainnya. Terkadang mereka juga menggunakan dalil-dalil yang memiliki kekuatan pada kebenaran. Sehingga membuat hijrah menjadi tren dalam kehidupan terutama cara berpakaian para perempuan, hingga dilirik oleh merek sekelas D & G yang mengeluarkan produk hijab dengan menggandeng model kenamaan Arab, Mariah Idrissi.

Tidak selesai di jilbab saja, perilaku sebagai muslimah yang berjilbab juga harus mencerminkan lemah lembut dan tidak boleh bersuara keras. Apalagi jika perempuan itu sudah menikah, akan dihujani ayat-ayat kewajiban patuh pada suami dan amalan-amalan yang setara dengan amalan jihad. Dari sisi laki-laki pun sama saja, yakni gemar berdalih pesta seks bersama bidadari di surga. Pembolehan poligami demi meneruskan peradaban manusia melalui berdagang ramuan penis kuat yang syar’i. Yang semua itu menyudutkan posisi perempuan.

Banyak budaya patriarki di masyarakat kita yang menyudutkan posisi perempuan, ditambah lagi dalil-dalil yang tidak setara gender. Tulisan yang berjudul Tubuh Perempuan dan Penghormatan pada Hidup, menceritakan seorang ustaz yang berpoligami, dan komentar para warganet bahwa istrinya hebat karena mampu ikhlas sebab mau menerima suaminya yang berpoligami yang sudah disyariatkan dalam Al-Quran dan balasan surga baginya.

Demi balasan surga, seorang istri harus ikhlas, tidak boleh protes dan melawan

Dalam buku ini, terdapat kutipan-kutipan dari tulisan penulis yang cukup relevan di jaman sekarang. Penulis juga menuturkan daripada berdebat soal siapa yang paling saleh dan salehan lebih baik mengurusi urgensi lainnya seperti; mendukung pengesahan RUU PKS; pembebasan lahan warga; hak cuti buruh perempuan saat hamil, melahirkan, bahkan menstruasi; kampanye dalam penecegah pernikahan usia dini; dan kasus-kasus yang tidak adil gender. Penulis juga mengajak untuk saling mendukung sesama perempuan dan berjuang bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here