Kala ‘merdeka’ menggaung usai seruan proklamasi di bentala Batavia Harsa melambung di dada seorang pria mahardika
Menggelora jiwanya untuk menyiarkan kabar ke janabijana tercinta Berlayarlah ia dalam perjalanan senyap demi cita mulia

Ialah Hasan Basry, yang pulang membangkitkan asa di Bumi Antasari Sementara penjajah carut mengusik hasrat kedaulatan tanpa henti Maka dihimpunnya jiwa-jiwa baja yang cinta ibu pertiwi Dikobarkannya api perjuangan meretas kuasa yang keji

Dahsyat! Barisan rakyat menguat dalam pasukan Benteng Indonesia Pagan di bawah makramat Hasan Basry menajamkan taktik gerilya Sebuas apapun disuasi politik Linggarjati mengekang badan
Hasan Basry bersama pejuang tetap kukuh menerjang demi kemerdekaan

Sengit! Pertumpahan darah tak terelakkan
Cinta tanah pusaka melejitkan daya walau nyawa menjadi taruhan Kobaran api perjuangan akhirnya menghanguskan barisan lawan Madah syukur pun menggema atas Proklamasi Kalimantan

Cucuran darah laskar Hasan Basry tak sia-sia
Tangis haru mewarnai pelukan Kalimantan dalam tubuh Nusantara Jejak patriotiknya amerta dalam lembaran sejarah dikara
Layaknya teladan paramarta bagi tiap generasi sepanjang masa

Bogor, 3 Agustus 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here