Sebagai anggota dari milyaran lebih makhluk hidup, ciri khas krusial manusia adalah membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Mari kita misalkan kebutuhan manusia sebagai sebuah variabel secara matematis.

Terdapat setidaknya 8 ciri utama makhluk hidup bernama manusia, diantaranya : 1) Bernafas, 2) Bergerak, 3) Iritabilitas, 4) Membutuhkan Makanan, 5) Tumbuh dan Berkembang, 6) Bereproduksi 7) Adaptasi, dan 8) Melakukan Ekskresi.

Misalkan himpunan kebutuhan tersebut secara terutut kita misalkan dengan H = {a,b,c,d,e,f,g,h}. Bila kita ambil sebarang x didefinisikan sebagai kapasitas dari himpunan kebutuhan manusia, dimana x anggota dari bilangan asli dan kita gunakan fungsi pangkat untuk menyatakan kapasitas keseluruhan setiap jenis kebutuhan manusia f(H)= H^x. Sehingga dapat kita dapatkan domain dari fungsi tersebut adalah, a^x,b^x,c^x,d^x,e^x,f^x,g^x,h^x.

Kali ini kita ambil sebarang anggota dari himpunan H. Fokus tulisan ini akan mengarah pada kebutuhan ke-empat,  jadi yang diambil permisalan variabel d saja ya, karna untuk variabel lainnya akan berlaku sama. Kalau seandainya seorang manusia memiliki kapasitas kebutuhan makanan sebanyak bilangan 3, maka d^x akan menjadi d^3, dimana d merupakan suatu angka tertentu. Jika saya ganti d dengan angka 1, bermakna 1 orang manusia. Jadi hasil dari d=1 dalam d^3 adalah 1^3=1, well hasilnya adalah satu ya.

Nah ini merupakan hasil normal jika manusia tersebut sadar bahwa dirinya memiliki sifat 1, maknanya dia harus memenuhi kebutuhan sesuai kapasitasnya. Kalau ada hasrat ketamakan yang merajai manusia bisa saja dia berpikir bahwa dalam kehidupan, ia justru memenuhi kebutuhan hidupnya melebihi kapasitas sebagai manusia.

Misal kita pakai d=3, artinya manusia tersebut beranggapan berlebihan tentang kebutuhannya, sehingga dia memenuhi kebutuhan setara dengan 3 manusia. Sehingga hasil dari fungsi d^3 adalah 3^3=27. Hasil angkanya 27 nih, padahal seharusnya satu manusia memiliki kebutuhan bernilai 1.

Inilah yang disebut dengan hasrat angka ras manusia yang berlebihan. Kapasitas kebutuhan manusia boleh berbeda, baik dari angka 1 sampai tak hingga, sesuai dengan keadaan dan kondisi masing-masing manusia. Namun perlu dicatat bahwa pada pola pikir atau kesadaran manusia sebagai makhluk yang memiliki sifat 1 jenis makhluk, perlu ditanamkan dalam-dalam. Sebab ketika manusia terlalu tamak dan memaknai dirinya sebagai lebih dari 1 jenis manusia di Bumi, jelas bahwa ketidakseimbangan akan terjadi.

Sehingga kita perlu nih sadar diri kalo kita itu kalau mau membeli, mencari, membuat sesuatu harus mengerti takaran kebutuhan. Jika mungkin anda seorang kepala keluarga beranak 4 dan istri 1, bisa memakai fungsi f(d)=d1^x+d2^x+d3^x+d4^x+d5^x+d6^x , dengan rincian 1 untuk anda sendiri, 4 untuk anak anda, 1 untuk istri anda. Dapat kita telaah bahwa jika sadar akan makna 1 manusia sama dengan angka 1, maka hasilnya adalah 1+1+1+1+1+1=6, dan hasil ini dipastikan cukup untuk 6 manusia dimana kapasitas kebutuhan (x) disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga.

Tulisan ini mengantarkan kita pada pemaknaan kata ‘cukup’. Bagaimana manusia bisa sadar akan kapasitas maksimal sehingga dia merasa cukup dalam kondisi apapun. Dunia ini sudah begitu padat dengan populasi manusia, akan semakin kacau jika manusia tidak memiliki rasa cukup, apalagi berlebihan memaknai kebutuhan dirinya sendiri. Kita cukup tahu bahwa manusia memiliki hasrat yang berbeda, namun bagaimana cara kita mengontrol adalah tugas yang paling utama.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here