Pada suatu bak yang berisi air, salah satu ujungnya, Budi mencelupkan tangan kanannya di bak tersebut. Sementara di ujung yang lain, Fahmi sedang memegang kabel yang teraliri listrik, Fahmi mencelupkan kabel itu di bak berisi air, dan tiba-tiba saja Budi yang tangannya tercelup air tidak merasakan apa-apa, biasa saja, tidak mental karena tersengat aliran listrik.

Adegan seperti ini bukanlah hal fiksi atau pasti dipengaruhi ilusi sains. Tapi, dimanapun anda melakukannya, harusnya kejadiannya seperti ini.

Tetapi, kenapa gambaran yang ada di otak kita adalah air mengalirkan listrik?

Jawabannya ada di iklan le minerale.

“Air pegunungan tu segernya beda ya”

“di balik jernihnya air pegunungan Le Minerale, terkandung anugerah mineral alami yang diperlukan tubuh segari-hari, kandungan mineral alami mudah hilang jika tidak dilindungi, Le Minerale memproteksinya dengan Mineral Protection System agar kesegaran khasnya terjaga utuh hingga ke tangan anda”

“iya, Le Minerale segernya beda”

“kayak ada manis-manisnya”

Nah sudah menemukan jawaban?

Iya, air yang tidak dapat mengalirkan listrik itu yang ada manis-manisnya!!!

TUMAN!

***

Untuk bisa memahami peristiwa yang aku ceritakan di muka, teman-teman setidaknya hanya perlu dua hal untuk bisa mengerti kenapa air tidak bisa mengalirkan listrik. Pertama, soal molekul penyusun air dan Kedua, soal fenomena listrik sederhana. Dan saya kira, sebenarnya teman-teman sudah punya dua modal pemahaman itu, hanya tinggal dirangkai saja.

Teman-teman semua tentu sudah tak asing bahwa molekul penyusun air adalah H2O, hal ini sudah benar-benar common sense seperti pahamnya teman-teman kalau garam ya NaCl. Dan yang selanjutnya adalah soal fenomena listrik sederhana, bisa dikatakan bahwa listrik adalah elektron yang bergerak meloncat dengan bebas antara satu medium ke medium lain. Seperti ketika teman-teman ngecharge handphone, dalam kabel usb ada peristiwa pergerakan elektron dari sumber listrik ke baterai handphone. Elektron yang masuk ke handphone mengisi kembali daya baterai dan membuat kita tetap bisa stalking akun IG mantan.

Nah, pertanyaan selanjutnya adalah, kenapa listrik bisa mengalir lewat sumber listrik ke hp dan ada juga benda-benda yang tidak bisa mengalirkan listrik semisal kayu?

Jawabannya mirip-mirip dengan kenapa kita tidak bisa bersepeda motor lewat trotoar tapi kita bisa dengan lancar bersepeda lewat jalan raya. Ya karena trotoar difungsikan untuk pejalan kaki, tidak ada ruang untuk sepeda motor di trotoar.  Kalau ada sepeda motor yang lewat trotoar, ya, itu hanya persoalan pengendara pelo saja. Sementara tidak ada elektron yang pelo, elektron kalau gak bisa lewat suatu medium, ya gak lewat.

Nah, elektron bergerak dengan sederhana mengikuti kaidah itu. Kalau ada jalan, dia bisa lewat, tapi kalau ada gak ada, ya dia tak lewat. Jalan-jalan yang diperlukan elektron tentu seukuran elektron dan itu berada di kulit-kulit atom.  Kulit-kulit atom terisi oleh elektron meskipun tidak semuanya ada elektronnya, nah kulit-kulit atom yang tidak terisi elektron ini lah jalan untuk listrik bergerak.

Air dengan struktur molekul H2O tidak memiliki ruang kosong di bagian kulitnya. Kulit dari molekul H2O sudah penuh oleh elektron sehingga listrik tidak memiliki akses untuk bergerak melintasinya. Seperti halnya kayu yang tersusun dari karbon, kulit atom karbon sudah terisi oleh elektron.

Hal ini berbeda dengan logam-logam, kebanyakan logam masih menyisakan ruang kosong tanpa elektron di kulit atomnya, itulah penyebab listrik bisa melintas melalui batang besi atau kabel charge.

Nah, lalu apa hubungan ini semua dengan Le Minerale?

Dalam iklan tersebut dikatakan bahwa air minum Le Minerale mengandung mineral alam, ya meskipun sebenarnya semua air di alam pasti mengandung mineral. Mineral yang terkandung di air itu lah yang menyediakan ruang kosong di kulit atomnya sebagai tempat elektron bergerak. Sehingga probabilitas paling banyak ketika ada air yang mengalirkan listrik adalah listrik itu bergerak meloncar dari atom-atom mineral, bukan dari molekul airnya. Sehingga kenapa Budi tidak tersengat listrik, karena air yang mengisi bak tadi adalah air ultrapure, atau air yang sudah disuling dan dihilangkan mineral-mineral yang terkandung didalamnya.

Sebenarnya keberadaan mineral di air bisa kita amati dengan mudah, apalagi untuk teman-teman yang hidup di pesisir laut. Seringkali kita menemukan air berasa agak asin dan meninggalkan kerak di dasar kolam. Air semacam ini disebut air payau atau air sadah. Air semacam ini juga memiliki ciri khas yakni sangat sulit membentuk busa ketika digunakan untuk mandi. Hal ini dikarenakan dalam air tersebut mengandung logam Mg2+ dan Ca2+. Logam-logam itulah penyebab sulitnya muncul busa dan endapan kerak di dasar kolam.

Saya punya teman namanya Yayan, dia pernah mencoba meminum air yang disuling atau dihilangkan logam ataupun mineral yang terkandung di sana, kata Yayan air hasil sulingan tidak sesegar air minum biasa. Katanya sih ada riwayat yang menyebutkan kalau kesegaran saat kita minum air diperoleh dari mineral-mineral yang terkandung, jadi kalau air hasil sulingan ya tidak ada kesegaran, kayak pengalaman si Yayan itu. Tapi ya itu masih jadi PR si, karena sampai sekarang aku juga masih bingung soal konsep rasa dan molekul. Kenapa gula manis, buah kedondong kecut, kopi pahit, garam asin dan kamu dingin!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here