Setelah libur lama, gubuk tulis mengawali Tebar Baca di Minggu terakhir bulan Juli (30/7) di Taman Singha Merjosari dengan sambutan pengunjung yang sangat hangat. Kami menyediakan beragam buku bacaan dari buku cerita anak, buku kumpulan puisi, kumpulan cerpen, novel dan majalah. Kita mulai ngelapak jam 09.00 WIB sampai pengunjung selesai membaca, ada teman baru yang bergabung , namanya Abdillah dari kampus Polinema dengan membawa dua buku yang diserahkan kepada Gubuk Tulis, kita dipertemukan oleh buku, kesenangan yang tidak bisa kita bayar lunas ketika buku bisa dinikmati banyak kalangan dan tidak membedakan siapa kita, bertemu dan menikmati waktu bersama dengan membaca.

Tebar Baca kali ini sangat ramai ada salah satu pengunjung yang mengkritisi buku yang kami bawa, dan kami berusaha menjelaskan yang dimaksud dalam buku tersebut, kebetulan anak-anak hanya melihat gambar dari buku tersebut, buku yang berjudul “Tahukah kamu? Kebersihan Diri?” Banyak gambar-gambar yang ditampilkan cara-cara membersihkan diri, semisal; membersihkan tubuh, gambar yang diambil ketika mandi, merawat ketiak bau, yang ditampilkan gambar ketiak, dan banyak gambar yang memperagakan tubuh, tanpa kita sadari kita melakukan sebuah diskusi dan bernegosiasi, anak-anak yang menganggap hal semacam itu porno dan kita berusaha menjelaskannya sampai mereka bisa mengerti, keseruan semacam itu yang kita temuakan di Tebar Baca Gratis kemarin.

Kebanyakan pengunjung Tebar Baca adalah anak-anak dari usia yang beragam, seperti Hafizah usia 3 tahun yang belum bisa membaca tapi kami menyediakan media menggambar, tentunya pengunjung tidak datang sendiri, mereka datang bersama orang tua, teman, dan yang lainnya, orang tua yang menunggu anaknya sambil lalu membaca buku yang kami sediakan.

Satu jam berlangsung, tepat jam 10.00 WIB datang mobil pintar dari Perpustakaan Kota Malang bersama buku-bukunya. Kami bersama-sama menebar buku menemui pembacanya. Antusias pengunjung semakin ramai, ini kali pertama kita dipertemukan dalam waktu yang bersamaan, satu tahun lebih tebar baca di Taman Singha Merjosari, dua kali kita didatangi Polisi Taman, mereka menanyakan surat ijin dan kami tidak bisa menunjukkan surat ijin tersebut. Akan tetapi, kami masih dipersilahkan setiap minggunya untuk tetap ngelapak asal menjaga keramahan dan kebersihan lingkungan.

Menebar baca seperti menebar benih yang akan tumbuh entah seperti apa, semesta akan ikut mendukung, jika ditanya apa tujuan Tebar Baca Gratis yang rutin kita lakukan, tentu bukan mencerdaskan anak bangsa, karena kemampuan kita hanya sebatas merangsang dan memberikan segala upaya yang bukan hasil tujuannya tapi proses yang akan membawa kita untuk mengerti betapa pentingya membaca, dan betapa asyiknya membaca.

Tebar Baca yang kita lakukan tidak selalu ramai pengunjung, kita juga pernah sehari tidak ada satupun pengunjung yang menghampiri dan hal macam itu tidak lantas kita sesali, kami tetap selalu berfikir positif, ketika itu saya pribadi berfikir, terkadang nasib buku seperti manusia bisa juga merana. Gubuk tulis yang salah satunya bergerak di tebar baca tentunya ingan selalu mengambil kesempatan di ruang publik untuk menyebar minat baca masyarakat, khususnya anak-anak, tidak hanya di Taman Singgah Merjosari, kita akan bergerak ketaman-taman yang ada di Kota Malang. Minggu yang akan datang kita akan kembali memanfaatkan taman untuk Tebar Baca berikutnya.

Kemarin, ada teman kami dari gubuk tulis yang membacakan puisinya berjudul “Batas Temu” (bisa di baca di Radar Malang Edisi 30/7) untuk meramaikan suasana, dan menarik perhatian pengunjung. Silahkan bergabung dengan kami dan datang ke Tebar Baca Gratis yang kami agendakan setiap Minggu kecuali ada kegiatan lain dan kondisi cuaca yang tidak mendukung. (Isti Hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here