Kau begitu indah
Tak ada yang mampu menyandingi keelokanmu
Rupa jinggamu berhamburan pada langit nan biru
Mempesona,
Hingga Ku kalut
Tetapi seiring berjalanya waktu
Piringan matahari kian tenggelam
‌Kau tertutup oleh kabut hitam yang pekat
‌Kabut itu angkuh
Menutup keindahan yang sepatutnya dilihat banyak orang
Ku hanya bisa menunggu akan hari esok
‌Entah Kau akan kembali dengan segala keindahanmu
‌Entah sebaliknya
***

Kerap lirih suaraku memanggil duhai dikau
Bayangku bermuara dalam rinai Senja ini
Derai kelakar kelakar mendekap Pada ingatan

Terhasrat,

Bak sebuah ilusi mampu menyergap hati yang lamur

Perisai sengit tertusuk Pada jantung
Menyinari lorong lorong gelap
Tertinggal tapak tilas luka
Sebab kelengangan tatkala kubernostalgia

Tatkala perkara melejit
Insan insan tercengang
Melihat Cinta membara
Pada kalbu suci
Dan derai air mata tumpah Pada Cinta suci
Mampu menyurut amarah

Hilir sungai merenyuh Pada jagat
Naungan cinta bersama malaikat Malaikat-Nya
Mengikrarkan janji suci
Pada maghligai cinta
‌Mengerang di sandaran ilusi

Aku terhasut Pada penungguan
Dan mimpi rengsa panjang
Sembari, berkata
Kapankah Ku terbangun ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here