Inilah salah satu ruang belajar kami, beratmosferkan kesederhanaan dan langit Merjosari di daerah Malang barat yang padat. Bersyukur karena masih mendapat udara segar untuk belajar. Dari rooftop nampak hamparan hijau lapangan bola dan taman rakyat.

Sebagaimana masyarakat Eropa mendapatkan pencerahan melalui ilmu pengetahuan, demikian pula kami mendapat aufklarung kami sendiri melalui sinar sore dan pelajaran di kelas.

Seperti Kant, yang saat itu sedang dijelaskan oleh Dr. M. Anas, kami memperoleh penyadaran atas rasa ketidakmatangan. Demikian materi bergulir hingga kami dapat membedakan dua aliran besar dalam filsafat, rasionalisme dan empirisme, serta apa yang menjadi pendamai di antara keduanya yaitu kritisisme.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here