Puisi-Puisi Perlawanan

1
3902

Ketukan Lesung Perlawanan

Ku dengar ketukan lesung yang menggema
Dengan nada-nada perlawanan terhadap kerakusan penguasa
Panas matahari tak jadi alasan
Untuk mengabarkan semangat perjuangan
Melawan korporasi yang tamak akan keuntungan.
Hai, kau penghuni istana..
Kemana hati nuranimu?
Saat rakyatmu menjerit penuh harapan
Saat bumi pertiwi akan dihancurkan
Oleh iblis penghisap yang menyengsarakan.

Apakah aku harus mengorban nyawa lagi?
Agar mata hatimu terbuka?
Hai, ingatlah penguasa
Bahwa perjuangan kami tak kan berhenti
Suara kami akan menggema keseluruh negeri.

Untuk menuntut keadilan yang selalu dilupakan
Demi kehidupan anak cucu kami
Untuk hari esok yang lebih baik
Tanpa ada penindasan dan kemunafikan.
#kendenglestari
Malang, April 2017

Idealisme yang Mulai Terkikis

Kaum muda..
Bukankah kau punya cerita lama?
Tentang semangat yang membara
Melawan penindasan terhadap rakyat jelata.

Kaum muda..
Kau berada di mana?
Ketika hati rakyatmu menjerit dengan penuh asa
Akibat kejamnya kerakusan para penguasa.

Apakah suaramu sudah usang dimakan zaman?
Idealismemu luntur dikikis kemewahan?
Akankah kau mengulang cerita lama?
Di mana suara lantangmu menggetarkan istana penguasa
Coretan tintamu menjadi senjata
Tuk melawan kemunafikan yang membuat sengsara.

Kaum muda..
Datanglah kemari
Kepalkan tanganmu kembali
Kami selalu merindukan
Darah-darah merah yang melawan penindasan
Menuju masyarakat penuh kebahagiaan dan kedamaian.

Malang, 15 April 2017

Tonggak Perubahan

Hai pemuda harapan bangsa
Engkau penerus generasi tua
Engkau kaum muda
Dipercaya mampu melakukan perubahan.

Tapi sekarang engkau dipandang sebelah mata oleh rakyat
Yang tak ubahnya sama seperti penguasa
Hidup mewah tanpa menghiraukan lainnya
Apakah kalian pernah merasakan apa yang dirasakan mereka,
kaum buruh, tani, kaum miskin kota?

Untuk makan besok saja,
Gelisah takut,
Tidak bisa ngasih
makan anak-anak mereka.

Lihatlah, kaum muda serta kawan-kawanku buka mata hatimu
Berjuta rakyat bersimbah luka
Demi kelangsungan hidup menatap hari depan
Tapi seketika semua itu sirna karena tangan-tangan serakah haus kekuasaan.

Maka aku berpesan padamu, kawan-kawanku
Ayo bersama kita bergerak, rapatkan barisan di tengah lautan massa
Memukul musuh kita, Kapitalisme
Hingga kelak kemenangan ada di tangan kita

Malang, April 2017

*Penulis: Ikhwan Mukharom

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here