Sudah jamak diketahui khalayak ramai kalau Monosodium Glutamat (MSG) atau lebih populer dikenal micin adalah kambing hitam dari menurunnya moral bangsa, terutama generasi muda. Mereka yang rusak moral biasanya diolok-olok dengan sebutan “Generasi Micin!”. Pokoknya apa-apa kesalahan anak muda, pasti dikarenakan terlalu banyak mengkonsumsi micin. Malahan orang tua yang berpikirnya aneh-aneh kena juga olok-olok generasi micin ini. Tapi tunggu dulu, aku baru saja mengecek komposisi sayuri saus tiram, ternyata dia menggunakan MNG alias Mononatrium Glutamat, bukan MSG. apakah ini termasuk bentuk pengamanan pada konsumen dari sayuri saus tiram agar pengkonsumsi tak semakin bodoh karena terlalu banyak mengkonsumsi MSG? Atau ada motif lain?

Beberapa spekulasi yang dapat dikumpulkan dari perubahan komposisi ini antara lain; Pertama, memang benar sayuri ingin melindungi konsumen. Konsumen memang selayaknya mendapat perlindungan dari pembuat produk, berupa jaminan kesehatan. Sehingga tak jarang kita temukan informasi seberapa banyak kandungan bahan pada komposisi tiap produk, dilengkapi juga dengan batas aman serta informasi gizi masing-masing komposisi. Sehingga untuk kompensasi jaminan kesehatan pada masyarakat membuat sayuri lebih memilih menggunakan MNG yang belum diolok-olok ketimbang MSG.

Kedua, sayuri tak ingin kehilangan konsumen. Semakin menguatnya kebencian orang-orang pada MSG membuat sayuri tak ingin kehilangan pasar, apalagi kekuatan media sosial sudah diketahui, siapa yang berani-berani menerobos kebiasaan dan saat itu juga digoreng di sosial media, contoh lambe turah, nampaknya tak ada yang bisa selamat dari gelombang bully via DM dan komen. Apalagi kita sudah ramai-ramai mengamini bahwa kambing hitam dari kisruh selama ini adalah micin. Tentu sayuri ingin tetap eksis di deretan bumbu dapur, sehingga sayuri lebih memilih mengunakan MNG yang belum jadi kambing hitam, ketimbnag bersikukuh mempertahankan kegurihan MSG tapi kehilangan konsumen.

Ketiga, harga MNG lebih ekonomis dari pada MSG. Sebenarnya data perbandingan harga MNG dan MSG tak diketahui penulis, tepatnya tak dicari, tapi biarlah ini tetap ditulis jadi spekulasi, kali aja bener. Biar spekulasinya juga terlihat gagah karena menyebutkan banyak kemungkinan, hehe.

Keempat, MNG belum setenar MSG dalam membuat moral bangsa bobrok. Kalau opini yang dilempar ke masyarakat tentang bobroknya moral adalah karena terlalu banyak mengkonsumsi MSG, sehingga kalau dikonsumsi dengan wajar tidak akan memberiakan efek buruk apapun, sehingga sayuri menganti saja MSG menjadi MNG, toh MNG tak akan dikonsumsi secara berlebih pada awal peluncurannya. Kita tahu sendiri bahwa saat kita menemui produk-produk baru, kita masih malu-malu untuk mencobanya, baru sampai mendapat testimoni dari publik figur yang menyatakan bahwa MNG tak berbahaya barulah masyarakat akan berbondong-bondong ramai-ramai mengkonsumsi, agar mendapat efek yang disebut “hits”, kalau bisa gaya hidupnya sama dengan publik figur.

Dan sepertinya spekulasi 1 sampai 4 adalah sampah, hehe, sehingga langsung saja kita masuk ke spekulasi terakhir atau tepatnya satu-satunya spekulasi yang sungguh-sungguh, hehe.

Kelima, MNG dan MSG sama saja. Setelah membuka tebel periodik unsur, pokoknya yang biasa dipakai mahasiswa kimia untuk mengenal unsur kimia, ternyata yang tercantum adalah Natrium. Natrium memiliki simbol “Na”, paling umum Na dikenal sebagai garam dapur dengan komposisi NaCl. dan setelah cek di Google, ternyata Natrium adalah nama ilmiah sementara nama pasarnya adalah Sodium. Jadi MSG ataupun MNG adalah bahan yang sama.

Hal ini memang lumrah terjadi, banyak bahan yang memiliki dua nama, nama ilmiah dan nama pasar. Selain Sodium dan Nantrium, tentu teman-teman semua pernah dengar Potasium, atau biasa disebut Potas. Potasium adalah nama dagang untuk unsur Kalium, Kalium memiliki simbol kimia K. Cuka yang biasa kita gunakan untuk tambahan masak juga memiliki nama kimia, yakni Asam Asetat. Formalin yang pernah ramai juga punya nama ilmiah yakni Formaldehida. Yodium yang biasanya berada di garam adalah serapan dari kata Iodium. Iodium adalah salah satu unsur kimia yang bernama Iodin yang memiliki simbol I. Pati yang ada pada ketela adalah amilum. Vitamin C memiliki nama lain yakni Asam Askorbat dan nama ilmiahnya adalah (5R)-[(1S)-1,2-dihidroksetil]-3,4-dihidroksifuran-2(5H)-on dan masih banyak sekali barang-barang lain yang memiliki nama ilmiah dan nama dagang. Kita tak perlu takut dengan kimia, karena itu semua dekat dengan kita.

Selanjutnya, apakah masih ada orang yang mengira bahwa MSG itu berbeda dengan MNG? Aku yakin masih ada. Sehingga kita perlu terus membaca dan membaca. Semoga penulisan MNG pada bungkus sayuri tak derdasarkan niat untuk membohongi konsumen hanya karena takut kehilangan pelanggan. Apalagi setelah konsumen sudah mulai resisten dan menghindari pada apa-apa yang berbau MSG.

Masuk sedikit ke hubungan MSG dan otak. kalau ditanya apakah MSG mempengaruhi kinerja otak? jawabannya iya. Pernyataan bahwa MSG akan membuat daya pikir lemah itu benar adanya. Sedih kan. Hiks hiks hiks

Tapi tak perlu tegang dulu, sebenarnya yang terjadi adalah seperti ini. MSG dalam tubuh akan diolah oleh pabrik tubuh menjadi Sodium dan Glutamat. Si Glutamat ini ternyata memiliki fungsi membantu memproduksi energi bagi tubuh. Kalo si Glutamat berada di otak, ya sama kerjaanya, yakni membantu memproduksi energi. Kita umpamakan energi yang diproduksi Glutamat adalah ungkapan kasih sayang ya gaes. Si Glutamat ini saat kondisi cukup, akan memberikan kasih sayang yang cukup pada otak, tapi saat glutamatnya kebanyakan, perilaku si doi tuh kayak pacar posesif. Memberi banyak kasih sayang yang sebetulnya tak kita butuhkan. Ngerti kan rasanya punya pacar posesif. Jadi energi yang diciptakan glutamat ini kelebihan, padahal energi yang tercipta sebenarnya tak dibutuhkan oleh otak, karena asupan energi utama bukan dari Glutamat. Dan karena itulah kerja otak juga terganggu, apalagi kalau asupan energi untuk otak hilang, sudah kayak ditinggal pacar, pas lagi sayang-sayangnya. Huhu.

Lalu kalau MSG demikian adanya, kenapa banyak orang menghujat MSG/micin? Ya mungkin karena ada yang gak suka kalo doi terus-terusan mesra sama kita. Kayak Nikotin gaes. Kenapa si orang-orang pada nganjurin kita gak merokok, dan bilang kesana kemari kalau asap rokok itu berbahaya, bilang tidak ada batas aman. Kalo asap rokok berbahaya, gimana kabar asap knalpot gaes? Jelas-jelas asap kenalpot mengandung logam berbahaya kayak Timbal (Pb) dan Karbon Monoksida (CO). Kok pabrik motor masih aja adu motor paling mutakhir dan tidak menuliskan di kepala motor produksinya dengan tulisan “motor ini mengemisikan Timbal dan Karbon Monoksida, tak ada batas aman menghirup asap knalpot, mending anda jalan kaki.”

Sehingga tak perlu khawatir berlebih pada MSG, kita hanya perlu cukup dalam mengkonsumsinya. Dan apa sih di dunia ini yang boleh dikonsumsi secara berlebih? Nasi saja kalau sekali makan langsung sebakul juga berbahaya kan? Jadi bukan soal barang itu berbahaya atau tidak, tapi soal kita mengkonsumsinya wajar apa tidak ya gaes. Kecuali yang emang dia beracun, kayak Arsen yang buat bunuh pak Munir itu. Kalo sifatnya emang racun mbok ya jangan coba-coba dicemilin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here